Jumat, 22 Jun 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Sakit Tak Kunjung Sembuh, Made Gelgel Tempuh Jalan Pintas

Kamis, 14 Dec 2017 08:15 | editor : I Putu Suyatra

Sakit Tak Kunjung Sembuh, Made Gelgel Tempuh Jalan Pintas

ilustrasi gantung diri (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Sakit yang tak kunjung sembuh membuat I Made Gelgel, 66 putus asa. Pria paruh baya ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kebun rambutan, Dusun Antapura, Desa/Kecamatan Tejakula, Buleleng, Rabu (13/12) sekira pukul 06.30 wita.

Jasad Gegel yang telah tergantung di pohon rambutan milik tetangganya, Nyoman Baktiasa pertama kali ditemukan istrinya sendiri, Ketut Paing, 58. Ketut Paing menemukan suminya terbujur kaku, dengan seutas tali nilon sepanjang enam meter yang menjerat di lehernya.

Praktis, Paing pun dibuat berteriak histeris saat melihat suaminya telah meninggal. Tanpa basa-basi, Paing bergegas pulang ke rumah, meminta bantuan kepada anaknya Made Semadiarsa, 40. Untuk bersama-sama menurunkan jasad Gelgel.

"Sebelum kejadian, istrinya sempat melihat korban keluar dari rumah sekitar pukul 03.30 wita. Saat dipanggil, korban tidak menyahut dan terus berjalan ke luar rumah. Selang beberapa menit kemudian, istrinya mencoba melakukan pencarian dan menemukan suaminya sudah dalam keadaan tewas tergantung di pohon rambutan tetangganya," ujar Kasubag Humas Polres Buleleng, AKP Suartika.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis Puskemas Tejakula, Made Gelgel dinyatakan murni tewas akibat gantung diri. Pasalnya, pihak medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Hanya saja tim medis menemukan bekas jeratan tali yang sudah membiru pada bagian lehernya.

"Ini murni bunuh diri, tidak ada tanda-tanda kekerasan. Korban gantung diri pada pohon rambutan dengan ketinggian sekitar 2.5 meter dari tanah. Saat ditemukan kaki korban dalam posisi terjinjit, lidahnya terjulur, keluar air mani pada kemaluan korban, serta masih mengenakan pakaian lengkap," jelas AKP Suartika.

Pihak keluarga pun menolak untuk menjalani autopsi, dengan alasan sudah mengikhlaakan kejadian tersebut, dan menganggapnya sebagai sebuah musibah. Kini, jenazah Gelgel tersebut sudah disemayamkan di rumah duka, di Dusun Kajanan, Desa/Kecamatan Tejakula, Buleleng.

"Dari pihak keluarga sudah mengikhlaskan. Sehingga ada perjanjian tidak melakukan autopsi. Meski demikian Unit Reskrim Polsek Tejakula masih tetap mendalami kasus tersebut," kataya. 

(bx/dik/ima/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia