Sabtu, 26 May 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Payudara Siswi SMP di Buleleng Diremas, Roknya Diangkat Kakak Kelasnya

Senin, 12 Feb 2018 21:40 | editor : I Putu Suyatra

Payudara Siswi SMP di Buleleng Diremas, Roknya Diangkat Kakak Kelasnya

Ilustrasi (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Kasus pelecehan seksual menimpa seorang siswi yang masih duduk di Kelas VII salah satu SMP di Buleleng. Ironisnya, pelaku tak lain adalah kakak kelasnya yang tega meremas payudara korban. Korban yang diketahui berinisial C, 12 kini merasa trauma setelah kedua payudaranya diremas oleh kakak kelasnya berinisial N, 13 yang duduk di kelas VIII pada Jumat (9/2). 

Dari informasi yang digali menyebutkan aksi pelecehan itu terjadi saat jam pelajaran terkahir. Kala itu N masuk ke dalam ruang kelas milik C yang saat itu sedang tidak dijaga oleh gurunya. Ketika N masuk ke dalam kelas, tiba-tiba salah seorang guru memergokinnya. Spontan saja sang guru menegur ulahnya yang mengganggu adik-adiknya.

Rupanya, N tak terima ditegur oleh gurunya. Ia pun kembali mendatangi ruang kelas milik C dan menantang adik-adik kelasnya tersebut dengan nada bertanya kepada adik kelasnya kalau siapa yang nekat memberitahu guru perihal dirinya yang masuk ke ruang kelas VII.

Karena sebagai Ketua Kelas, C pun lantas menjawab pertanyaan yang dilontarkan N. Di hadapan N, C mengaku jika dirinyalah yang memberitahu gurunya kalau N masuk kelasnya.

Mendengar pengakuan C, N langsung naik pitam. Ia lantas mendorong N, sembari meremas kedua payudaranya. Aksi itu pun disaksikan oleh seluruh teman-temannya. Tak hanya meremas payudara, N juga dikatakan sempat mengangkat rok milik C.

"Anak saya diremas payudaranya. Didorong sampai jatuh. Terus setelah melakukan itu anak saya pergi ke ruang BK. Tapi justru ruang BK sudah tidak ada guru, karena kejadiannya jam pelajaran terakhir," ujar Komang M, selaku ibu C saat dikonfirmasi pada Senin (12/2).

Bahkan setelah diperlakukan seperti itu, Komang M menyebut anaknya mengalami trauma dan menangis. Bahkan ayah korban sudah sempat mendatangai sekolah untuk meminta kejelasan dari kasus pelecehan ini.

"Saya mau kasus ini diselesaikan di sekolah, dengan catatan ada efek jera untuk N. Paling tidak N harus minta maaf dan berjanji tidak mengulangi kesalahannya lagi. Kasihan anak saya sampai trauma dan sempat tidak mau ke sekolah," ungkap wanita asal Desa Kaliasem ini.

Kepala Sekolah SMP tempat korban dan pelaku belajar,  I Made S ketika dikonfrimasi, tak menampik adanya kasus pelecehan tersebut. Made S mengaku sedang melakukan mediasi terhadap korban dan pelaku. Meski demikian, Made S masih enggan berkomentar lebih banyak, dengan alasan belum mempertemukan orangtua dari kedua belah pihak.

"Memang benar kejadiannya seperti itu. Tadi pagi orangtua C sudah datang ke sekolah menyampaikan keluhannya. Namun dari orangtua N belum bisa datang ke sekolah dengan alasan masih bekerja.  Sehingga saya tidak bisa memberikan statment apa-apa," jelas Made S saat ditemui di ruang kerjanya.

Made S mengaku sejatinya N merupakan siswa yang kalem dan tidak pernah membuat masalah di sekolah. Ia pun menilai jika aksi pelecehan tersebut dilakukan hanya sekadar iseng.

"Sebenarnya orang tua N itu bekerja di Denpasar sebagai buruh. Di sini dia tinggal bersama pamannya, ngekos. Kami akan berusaha untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan saja," akunya.

Sementara itu Kepala Disdikpora Buleleng Gede Suyasa yang dikonfirmasi Senin (12/2) malam mengaku belum menerima laporan terkait peristiwa tersebut. “Saya belum dengar masalah itu, nanti saya cek dulu ke kepala sekolah,” singkatnya. 

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia