Sabtu, 26 May 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Baca SMS di HP Istri, Alamsyah Tusuk Agus, Lalu Bakar Diri

Selasa, 13 Feb 2018 19:34 | editor : I Putu Suyatra

Baca SMS di HP Istri, Alamsyah Tusuk Agus, Lalu Bakar Diri

TERBAKAR: Jasad Alamsyah terbakar 100 persen setelah melakukan aksi bakar diri, Selasa sore (13/2) (foto kiri). Kondisi Putu Agus Suara Saputra saat mendapat perawatan di RSUD Buleleng setelah ditusuk Alamsyah. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Warga di Gang Ratnadi, III, Lingkungan Petak, Kelurahan Astina dibuat heboh dengan aksi penganiayaan yang disertai bunuh diri, pada Selasa (13/2) sekitar pukul 14.00 Wita. Kasus ini melibatkan dua orang pria bernama Alamsyah, 32 dengan Putu Agus Suara Saputra, 38 alias Agus.

Kejadian dipicu ketika Alamsyah sempat membaca SMS dari Agus yang ditunjukan kepada istrinya yang bernama Lina Rumbiana, 35. Belum diketahui secara pasti apa isi di balik SMS tersebut. Namun yang jelas, seusai membaca pesan tersebut, Alamsyah langsung naik pitam.

Nah, setelah membaca pesan di ponsel sang istri, pria yang keseharian bekerja di DLH Buleleng langsung menghubungi Agus Suara melalui telepon. Alamsyah meminta Agus untuk menemui dirinya di kediamannya, di Gang Ratnadi III, Lingkungan Petak, Kelurahan Astina, Buleleng. Ternyata permintaan Alamsyah dituruti oleh Agus Suara.

Selang beberapa menit kemudian, pria asal Lingkungan Delod Peken, Kelurahan Kendran, Buleleng sampai di rumah Alamsyah. Tanpa basa basi, pria yang bekerja sebagai pegawai kontrak di lingkup Pemkab Buleleng langsung disambut tusukan pisau belati oleh Alamsyah hingga empat kali.

“Baru saja korban masuk halaman rumah langsung ditikam dengan belati tiga sampai empat kali,” ujar Kepala Lingkungan Peguyangan, Made Wirayuda yang mengaku mendapat keterangan dari keluarga dan warga sekitar.

Korban Agus yang saat itu datang masih menggunakan seragam keki warna coklat langsung lari untuk menyelamatkan diri. Agus berlari hingga depan gang untuk meminta pertolongan warga setempat dalam kondisi bersimbah darah akibat luka tusuk yang mengenai dada kiri dan perut kanan.

Puas melampiaskan emosinya kepada Agus, pelaku Alamsyah langsung masuk ke dalam kamar. Alamsyah mencoba menenggak racun serangga untuk melakukan percobaan bunuh diri. Namun aksi nekatnya dihalangi oleh ibunya Nur Hayanti, 56.

Aksi yang dilakukan anaknya itu membuat Nur Hayati takut dan keluar rumah untuk meminta pertolongan kepada tetangga sekitarnya. Ternyata waktu itulah yang digunakan Alamsyah mengakhiri hidupnya. Alamsyah langsung menyiramkan bensin di tempat tidur dan langsung membakarnya.

Aksi bakar diri inipun membuat panik warga setempat. Mereka berupaya memadamkan api agar nyawa Alamsyah bisa diselamatkan. Namun sayang, tubuh korban sudah hangus terpanggang akibat ulahnya sendiri. Dalam kondisi gosong 100 persen, Alamsyah langsung dilarikan ke RSUD Buleleng. Namun saat dalam perjalanan, Alamsyah menghembuskan nafas terakhir.

Sementara itu Kasubag Humas RSUD Buleleng, Ketut Budiantara mengatakan, pihaknya menerima dua pasien korban penganiayaan dan aksi bunuh diri. Dimana, untuk pasien atas nama Alamsyah diterima dalam kondisi telah meninggal dunia, dengan luka bakar mencapai 100 persen alias rata di seluruh tubuhnya.

Sedangkan untuk pasien atas nama Agus Suara diterima dalam kondisi sadar, dengan luka tusuk sebanyak dua buah dibagian dadanya. Serta luka  gores akibat benda tajam pada bagian tangan kanan.

"Korban Alamsyah sudah meninggal dalam perjalanan menuju ke rumah sakit. Tetapi jenazahnya saat ini masih diperiksa dan masih berada di IGD RSUD Buleleng. Sedangkan untuk pasien Agus Suara diterima dalam kondisi sadar. Saat ini yang bersangkutan akan diambil tindakan operasi. Kami belum tau apakah luka tusuk di dadanya itu tembus hingga ke organ vital atau tidak," jelasnya

Pasca tragedi tersebut pihak  kepolisian langsung melakukan olah TKP di lokasi kejadian dan memasang police line di rumah korban. Dari hasil olah TKP yang dipimpin langsung Waka Polres Buleleng, Kompol Rony Riantoko menemukan sejumlah barang bukti. Diantaranya kerangka spring bed yang hangus terbakar, sebuah selimut wargna merah, pisau belati, sisa bensin dalam botol air mineral serta kulit kaki milik Alamsyah yang ditemukan masih menempel di kasur.

“Kami masih mesinkronkan apa yang ditemukan di TKP dengan keterangan saksi. Karena belum sinkron. Kami harus dalami kembali,” katanya.

Disinggung terkait motif, Kompol Rony mengaku belum berani memastikan. Karena informasi di TKP yang berkembang banyak versi. Ada yang menyebutkan karena masalah utang piutang. Bahkan ada juga yang menyebut karena cemburu.

Saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman dan meminta keterangan dari sejumlah saksi yang sudah diamankan di Mapolres Buleleng. Tak terkecuali ibu dan istri pelaku yang sempat menyaksikan kejadian tersebut. “Pastinya kami lakukan pendalaman dulu apa motifnya. Beri kami waktu 24 jam untuk memperjelas kasus ini. karena banyak versi yang berkembang,” pungkasnya. 

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia