Minggu, 24 Jun 2018
baliexpress
icon featured
Sportainment

Kalah 1-3 di Kaki Yangon, Widodo Bilang Patut Disyukuri, Kenapa?

Selasa, 13 Feb 2018 20:52 | editor : I Putu Suyatra

Kalah 1-3 di Kaki Yangon, Widodo Bilang Patut Disyukuri, Kenapa?

DIHADANG: Pemain Bali United Feby Eka Putra dihadang pemain Yangon United di Stadion Kapten Dipta, Selasa (13/2). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, GIANYAR - Menurunkan skuad lapis kedua, Bali United harus takluk 1-3 di kaki tim asal Myanmar, Yangon FC pada laga perdana AFC 2018 di Stadion Kapten Dipta, Selasa (13/2). Keputusan ini tampak jelas, Widodo C Putro ingin fokus menghadapi Semifinal leg kedua melawan Sriwijaya FC di tempat yang sama, Rabu (14/2). Meski begitu, Widodo mengaku bersyukur dengan hasil itu. Karena dari hasil pertandingan itu, dirinya bisa melakukan evaluasi terhadap timnya.  

“Secara keseluruhan saya kira kekalahan ini patut kita syukuri lah. Akan kita evaluasi dan kita harus bisa belajar dari kesalahan. Saya pikir itu yang harus menjadi motivasi kita. Tentang strategi memang tetap pada filosofi menyerang,” kata Widodo usai pertandingan.

Sementara itu, dalam pertandingan tersebut kedua tim terlihat bermain saling menyerang pada menit-menit awal. Tampil di hadapan ribuan pendukungnya, Bali United cukup mampu mengurung pertahan lawannya pada menit-menit awal pertandingan. Sementara, Yangon United hanya bermain di daerah sendiri dan mencoba untuk counter attack. Secara berlahan Yangon United mulai berinsiatif menekan tim tuan rumah lewat serangan yang langsung tembus  ke jantung pertahan Bali United.

Dan terbukti, pada menit ke-14, Yangon berhasil unggul 1-0 berkat gol yang dilesakkan oleh Emmanuel Ikechukwu. Sepakan pemain asala Nigeria itu mengenai mistar gawang namun sudah melewati garis gawang.
Bali United terus ditekan dan hanya berselang tiga menit kemudian, anak asuh Myo Min Tun kembali berhasil menggandakan keunggulanya lewat sundulan Sekou Sylla setelah berdiri bebas untuk menanduk bola di depan gawang Bali United.

Belum puas unggul 0-2, tim raksasa asal Myanmar tersebut kembali membobol gawang yang dijaga I Made Wardhana pada menit ke-25. Gol ketiga tersebut lagi-lagi dicetak oleh Sekou Sylla. Pemain bernomor punggung 15 yang berdiri bebas tersebut mendapat asist dari Emmanuel Ikechukwu untuk melakukan tendangan keras yang mengarah ke gawang Bali United. Skor berubah menjadi 0-3 bagi tim tamu Yangon United.

Di laga waktu tersisa, tim berjuluk The Lion tersebut tampil percaya diri dan mengepung pertahanan Bali United. Lagi-lagi Sekou Sylla nyaris mencetak hattrick dalam pertandingan tersebut pada menit ke-40. Tendangannya masih berada tipis di atas tiang gawang. Hingga memasuki menit ke-45, Bali United yang terus mencoba tampil menyerang mendapat kesempatan untuk mengecil ketertinggalan lewat tendangan sang kapten I Gede Sukadana.

Memanfaatkan kemelut yang terjadi di dalam area kotak pinalti, Sukadana mampu membobol gawang tim tamu. Skor berubah 1-3 hingga usai turun minum.
Memasuki babak kedua, Bali United mulai tampil menyerang. Para pemain Serdadu Tridatu terlihat sudah mulai menemukan ritme dan pola permainan. Berkali-kali serangan demi serangan yang tertuju ke jantung pertahanan Yangon FC masih belum bisa membuahkan hasil maksimal.

Nick Van Der Velden yang diturunkan pada babak kedua sebagai kapten untuk menempati posisi tengah demi mendobrak daya serang pun belum bisa menembus lini pertahanan lawan. Hingga pada menit ke-81 Bali United berpeluang memperkecil ketertinggalan, setelah mendapatkan hadiah penalti. Sayang, Kevin Brands yang menjadi algojo gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Karena arah tendangan bola-nya masih melebar di sisi kanan gawang Yangon United.
Hingga tambahan waktu lima menit, Bali United tidak mampu memaksimalkan permainan serang dengan baik. Usai pertandingan, skor 1-3 tidak berubah dan kemenangan masih berpihak pada tim Yangon United.

Usai pertandingan, pelatih Kepala Bali United Widodo C. Putro mengucapkan selamat atas kemenangan Yangon United. Ia mengaku kalau kekalahan tim Bali United di awal laga AFC memang cukup mengecewakan. Akan tetapi dirinya tetap optimistis, bahwa tim Bali United masih bisa meraih hasil maksimal di pertandingan berikutnya.

“Saya ucapkan selamat untuk Yangon United. Memang jika melihat hasilnya, memang sangat memgecewakan, namun menurut saya masih ada kesempatan bagi kami untuk bisa tampil maksimal,” tuturnya kepada awak media saat presconference usai pertandingan Selasa Sore kemarin (13/2) di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Ganyar.

Terkait kelemahan yang terjadi pada tim Bali United, Widodo enggan berkomentar banyak, walau harus menurunkan para pemain lapis kedua. Tapi bagi pelatih asal Cilacap, Jawa tengah, ini kalau dirinya tidak membeda-bedakan para pemain. Baginya fokus dan konsentrasi para pemain yang harus di perbaiki.

Selain itu, Widodo juga mengimbau agar para pemain bisa meningkatkan lagi kualitas antar individu. “Yang pasti akan ada evaluasi. Saya akan mencari dimana kekurangannya. Tapi dari hasil ini kita terus belajar dan harus tingkatkan lagi kualitas individu. Maksudnya agar kelemahan transisi dari menyerang ke bertahan bisa diperbaiki lagi,” jelasnya.

“Saya mengimbau agar individual para pemain harus ditingkatkan lagi, karena kami tim pelatih hanya bisa mengarahkan. Apalagi dengan kompetisi seperti ini,” lanjutnya.

Pelatih berusia 47 tahun tersebut meminta agar kekalahan ini bisa menjadi pelajaran bagi tim demi menghadapi laga selanjutnya.

Sementara itu pelatih kepala Yangon United, Myo Min Tun mengaku sangat senang bisa mencuri poin di kandang Bali United. “Ya tim saya bermain sangat baik, terlebih di 30 menit awal pertandingan, kami bisa tampil konsentrasi dan mampu menciptakan gol,” tuturnya.

Ketika disinggung apakah merasa beruntung saat berhadapan dengan para pemain lapis kedua dari pemain Bali United, Myo Min Tun tidak berbicara banyak.

”Mungkin saja,” katanya.

Karena Ia mengaku, permainan Bali United sudah sangat bagus. Namun hanya saja, kekurangan yang dimiliki Bali United hanya pada saat transisi dari menyerang ke bertahan.

“Ya Bali United bermain sangat bagus saat menyerang, namun disaat transisinya, dari menyerang ke bertahan masih kurang,” imbuhnya. 

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia