Sabtu, 26 May 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Rekik Setubuhi Bocah Yatim Piatu karena Terangsang Lihat Wisatawan

Selasa, 13 Feb 2018 21:06 | editor : I Putu Suyatra

Rekik Setubuhi Bocah Yatim Piatu karena Terangsang Lihat Wisatawan

TAK BISA TAHAN NAFSU: I Wayan Rekik saat berada di Polres Klungkung, Selasa (13/2). (I MADE MERTAWAN/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Sat Reskrim Polres Klungkung masih mengembangkan kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur asal Nusa Penida, Klungkung berinisial LS,15.  Kepada wartawan, tersangka I Wayan Rekik, 51 (berita sebelumnya ditulis Regik), yang satu desa dengan korban mengaku nekat menyetubuhi korban dengan dalih terangsang melihat turis atau wisatawan di sebuah vila tempatnya memotong rumput. Kebetulan saat itu korban juga ada di vila itu.

Tak bisa menahan nafsu, tersangka mengajak korbannya ke sebuah bangunan kosong bekas gudang batako dengan alasan mengantar ke rumah korban.

Atas perbuatannya,  tersangka terancam pasal 76E jo pasal 82 Undang-Undang RI 35/2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara, dan atau  pasal 333 ayat (1) KUHP tentang Tindak Pidana Merampas Kemerdekaan atau penyekapan dengan ancaman kurungan maksimal 8 tahun penjara.

Kasubag Humas Polres Klungkung AKP I Putu Gede Ardana, didampingi Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Made Agus Dwi Wirawan mengakui bahwa selain diduga melakukan pelecehan seksual, tersangka diduga menyekap korban di bangunan bekas gudang batako.

“Ada indikasi perampasan kemerdekaan seseorang atau penyekapan. Sebelum dicabuli anak ini sempat ditaruh di gudang,” terang Ardana saat merilis kasus tersebut di Mapolres Klungkung Selasa (13/2).

Pihaknya menerangkan kasus itu terjadi 25 Januari 2018. Namun baru dilaporkan 5 Februari 2018. Kasus persetubuhan terjadi berawal saat tersangka melihat korban di sebuah vila tak jauh dari rumah korban. Lantaran tak kuat menahan nafsu, tersangka menawarkan diri, mengantar korban pulang. Celaka itu hanya modusnya. Korban malah diajak ke  sebuah bangunan bekas gudang batako.

Sebelum menyetubuhi korban yang seorang yatim piatu itu, pelaku sempat pulang ke rumahnya. Sedangkan korban ditinggal di bangunan kosong itu seorang diri. “Sejam kemudian, sekitar pukul 19.00 wita, tersangka balik lagi dan menyutubuhi korban,” tegas Ardana.

Pihaknya juga mengakui tersangka nekat menyetubuhi korban karena terangsang melihat wisatawan di vila itu. “Tersangka tidak bekerja di vila, hanya saat itu saja disuruh potong rumput di vila itu. Dia tersangsang melihat wisatawan di sana,” imbuh Agus Dwi Wirawan. 

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia