Sabtu, 26 May 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Sebelum Diundi, Gunung Agung Meletus, Lalu Kantor Gubernur Terbakar

Selasa, 13 Feb 2018 22:05 | editor : I Putu Suyatra

Sebelum Diundi, Gunung Agung Meletus, Lalu Kantor Gubernur Terbakar

TERBAKAR: Salah satu gedung di Kantor Gubernur Bali terbakar, Selasa (13/2). (I KETUT ARI TEJA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Ada dua peristiwa penting yang terjadi sebelum dan setelah pengundian nomor urut calon gubernur dan wakil gubernur Bali, Selasa (13/2). Beberapa jam sebelum pengundian, atau tepatnya pukul 11.45, Gunung Agung meletus tiga hari setelah statusnya diturunkan ke level III (Siaga). Dan setelah pengundian, sekitar pukul 17.15, giliran kantor Gubernur Bali yang akan diperebutkan kedua paslon terbakar hebat.

Tiga hari setelah statusnya diturunkan dari Awas (level IV) ke Siaga (level III), Gunung Agung yang berada di Rendang, Karangasem, kembali mengalami erupsi. Letusan terjadi pada pukul 11.49, Selasa (13/2). Letusan itu sendiri terjadi selama 140 detik. Tinggi kolom asap dan abu mencapai 1.500 di atas puncak Gunung Agung.

Beberapa jam kemudian, KPU Bali melakukan pengundian nomor urut bagi pasangan calon (paslon) yang akan bertarung pada Pilgub Bali 27 Juni mendatang. Hasilnya, pasangan Wayan Koster – Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace) mendapat nomor urut 1. Sedangkan pasangan IB Rai Dharmawijaya Mantra – Ketut Sudikerta (Mantra – Kerta) kebagian nomor urut 2.

Dan, setelah pengundian pengundian nomor urut tersebut, tiba – tiba kantor Gubernur geger. Gedung unik V terbakar, dan api dengan cepat berkobar hingga meludeskan atap bangunan tersebut. Ada tiga jenis OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang berkantor di unit V. Yaitu Biro Tata Pemerintahan lantai III, Biro Hukum lantai II dan Biro Humas lantai I.

Kejadian sekitar pukul 17.15, awalnya api kecil dan terlihat asap mengepul tipis. Saat itu tim pemadam kebakaran sudah mulai mengambil langkah - langkah, namun ternyata tidak butuh waktu lama. Api tambah membesar, asap hitam mengepul dan langsung ketika ada tiupan angis, terlihat si jago merah menyala diatap. Saat itu mulai terdengar kaca pecah dan langsung api berkoba besar dilantai tiga.

“Saya pulang pukul 15.30, habis tanda tangan SK 150 biji,” jelas plt Kepala Biro Hukum Dewa Sunarta yang berkantor dilantai dua.

Dia mengatakan jelas sangat cepat membesar karena isinya adalah keras. Sangat banyak berkas di lantai dua atau di biro hukum. Asisten II ini mengatakan, dokumen – dokumen penting banyak di lantai dua. Sedangkan menurut Sekda Bali Cok Pemayun yang memantau proses pemadaman api, menaksir nilai kerugian miliaran rupiah. “Kalau kerugian seperti komputer, AC dan lainnya jelas miliaran. Belum gedungnya, artinya ini dengan kebakaran ini pasti sudah miliaran ruginya,” ungkapnya.

Kebakaran ini juga membuat panik jajaran BPD Bali yang memiliki cabang pembantu di lantai dasar. Bahkan salah satu petinggi BPD Bali, Nurcaya, mengatakan ada uang namun sudah berhasil diselamatkan. Menurut penjelasan staf Humas Dwi, dia awalnya mencium bau seperti kabel terbakar, di lantai II. Kemudian temannya Rio juga mengatakan demikian. Bahkan Rio sempat mengambil tabung pemadam kebarakan mini untuk memadamkan api. Tetapi karena sudah sangat membesar, akhirnya dia mengurungkan diri. Dan menghubungi BPBD dan Pemadam Kebakaran.

Saat pemadaman juga terlihat Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta sibuk memberikan komando jajaran pemadam kebakaran. Bahkan dia sempat masuk lantai dasar saat kobaran api membesar di lantai I. “Mohon kerja keras, selamatkan yang masih bisa diselamatkan,” ujar Sudikerta.

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mengatakan beberapa dokumen penting memang sebelumya telah dipindahkan beberapa waktu lalu. "Kalau ditanya kenapa bisa terjadi kebakaran, kan di mana saja bisa terjadi. Sedangkan arsip-arsip sudah ada yang dibawa ke dinas terkait. Ada yang ke perpustakaan dan itu kan sudah ada soft copynya, amanlah," paparnya.

Dalam kesempatan itu, Pastika juga menerangkan gedung tersebut memang sudah ada sejak zaman kepimimpinan Prof. IB Mantra. Sehingga untuk penyebab kebakaran maupun kerugian akan segera dicek oleh pihaknya.

(bx/art/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia