Kamis, 21 Jun 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Diduga Minum Pil Penggugur Kandungan, Siswi Keperawatan Tewas di Kos

Minggu, 27 May 2018 20:17 | editor : I Putu Suyatra

Diduga Minum Pil Penggugur Kandungan, Siswi Keperawatan Tewas di Kos

FOTO KENANGAN: Foto KS saat masih hidup. Jasadnya ditemukan di kamar kosnya, Minggu (27/5). (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, KUBUTAMBAHAN - Warga Dusun Kuta Banding, Desa/Kecamatan Kubutambahan dibuat heboh dengan penemuan sesosok mayat di sebuah kos-kosan. Belakangan diketahui korban adalah KS, 20 pelajar kelas XII Jurusan Keperawatan yang baru saja menamatkan pendidikannya di salah satu SMK di Buleleng. Diduga kuat gadis asal Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, ini tewas usai meminum pil penggungur kandungan.

Informasi di lapangan menyebutkan korban KS merupakan salah satu penghuni kos-kosan khusus pelajar di Dusun Kuta Banding. Korban menghuni kos paling pojok selatan sejak 3 tahun silam ketika mulai mengenyam pendidikan di bangku SMK.

Korban tewas pertama kali diketahui oleh pacarnya berinisial Komang PR, 23, Minggu (27/5) siang sekitar pukul 09.00 Wita pagi. Kala itu pria asal Banjar Kaja Kangin, Desa Kubutambahan berniat mendatangi kos-kosan korban. Namun karena sepi, Komang PR pun membuka pintu kosnya. Alangkah kagetnya, didapati korban sudah dalam keadaan tak bernyawa. Sekitar pukul 12.30, temuan tersebut langsung dilaporkan ke Mapolsek Kubutambahan.

Polisi yang menerima laporan tersebut langsung mendatangi TKP. KS ditemukan dengan posisi badan menengadah, kepala menghadap ke arah timur dan kaki ke arah  barat. Di dalam kamarnya pula, polisi menemukan barang bukti berupa sebuah pil penggugur kandungan, serta gumpalan darah yang ditemukan di atas seprai serta di pembalut yang ia kenakan.

Kedua orang tua korban yang pasca peristiwa sedang berada di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak langsung mendatangi TKP setelah mendapat informasi dari penjaga kos-kosan. Tak pelak, Ibu korban Nyoman Suriati, 45 dibuat histeris setelah melihat jasad putri keduanya sudah terbujur kaku.

“Kadek (korban, Red) sudah mau tamat. Dia pulang ke Musi sejak pengumuman kelulusan. Baru Sabtu (26/5) kemarin balik ke kos Kubutambahan. Katanya mau pamit karena ada acara perpisahan dan makan-makan dengan teman-teman. Ternyata Kadek sudah meninggal,” kata Suriati sembari menangis sesenggukan didampingi suaminya Wayan Suarya.

Perihal penyebab meninggal putrinya itu wanita yang bekerja sebagai buruh bangunan itu juga belum tahu pasti. Mengingat selama ini putrinya tak pernah mengeluhkan punya masalah. Hanya saja dirinya kerap menasehati korban jika seandainya hamil, agar segera menikah dan tidak mengambil tindakan yang tak diinginkan.

“Sering saya nasehati setiap pulang. Kalau kamu punya pacar, sampai kamu hamil, mendingan nikah. Jangan aneh-aneh. Tapi dia selalu membantah. Kadek selalu ngaku tidak hamil. Jadi saya kira dia baik-baik saja. Ternyata begini jalannya,” sesalnya.

Kepergian korban juga menyisakan duka mendalam bagi teman sekolahnya. Beberapa rekan sekelas korban juga sempat mendatangi TKP. Mereka tidak menyangka KS mengambil langkah tersebut. Sebab selama ini korban dikenal sebagai orang yang pemalu dan polos.

“Kadek memang punya pacar. Selama bergaul sih orangnya polos. Kami sering buat tugas kelompok. Jarang juga cerita kalau punya masalah,” kata salah seorang teman sekelasnya yang enggan namanya dikorankan.

Sementara itu Kapolsek Kubutambahan, AKP Made Mustiada mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab dari tewasnya KS. Sebab hal tersebut dapat diketahui setelah KS menjalani pemeriksaan dalam (autopsi). Namun AKP Mustiada tidak menampik jika pihaknya menduga, KS tewas akibat meminum obat pengugur kandungan.

"Memang kami menemukan  obat pengugur kandungan di dalam kamarnya. Sehingga kami menduga yang bersangkutan tewas setelah meminum obat tersebut. Ini masih dugaan sementara ya. Anggota masih melakukan penyelidikan lebih dalam," jelasnya saat ditemui di TKP.

Imbuh AKP Mustiada, pihaknya kini telah mengamankan Komang PR selaku kekasih KS. Sedangkan jenazah KS kata AKP Mustiada, telah dibawa ke RSUD Buleleng untuk memastikan penyebab kematiannya.

"Saat ini pacar korban sudah kami mintai keterangan. Namun hanya sebatas pemeriksaan awal, belum mendalam. Kami masih menunggu hasil autopsi dulu untuk proses lebih lanjut," singkatnya. 

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia