Senin, 25 Jun 2018
baliexpress
icon featured
Bali

Tawari Korbannya Transport, Copet Tiga Sekawan di Kuta Dibekuk

Kamis, 14 Jun 2018 10:57 | editor : I Putu Suyatra

Tawari Korbannya Transport, Copet Tiga Sekawan di Kuta Dibekuk

SATU KOMPLOTAN : Tiga pelaku copet yang diamankan jajaran Polsek Kuta setelah beraksi di Jalan Legian, Kuta. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Tiga orang copet dengan modus menawari korbannya jasa transport berhasil diamankan jajaran Polsek Kuta. Tiga sekawan tersebut dibekuk setelah beraksi di Jalan Legian, Kuta tepatnya di depan Bounty Discotyc. Ketiga pelaku yang asal Karangasem tersebut antara lain Wayan Ade, 23 alias Ipin, Komang Slamet dan Wayan Madya diamankan pada Senin (11/6).

Menurut penuturan korban Jung Yongho, 30, wisatawan asal Korea kepada polisi, kejadian itu berlangsung beberapa hari lalu sekitar jam 20.00 saat dirinya tengah menyusuri Jalan Legian, Kuta usai makan di Jalan Popies 2. Sampai di lokasi kejadian, tiba-tiba ketiga tersangka mendekati korban dan menawarkan jasa transport. “Tersangka ini merangkul korbannya sambil menawari transport. Lalu yang lainnya mengambil handphone milik korban,” jelas Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu Aan Saputra RA kemarin (13/6).

Ketika itu korban yang tidak sadar hanphonenya diambil, menolak tawaran tersebut, dan melanjutkan perjalannya. Namun beberapa meter dari lokasi kejadian, korban yang bermaksud mengambil handphone di saku kanan depan celananya mendapati handphone miliknya telah raib. Lantaran curiga kepada ketiga tersangka tersebut, lalu korban kembali ke TKP. “Korban sempat mencari orang yang menawarinya transport tersebut, namun tidak ada. Karena itu Senin lalu korban melapor ke Mapolsek Kuta,” tambahnya.

Dari laporan itu, proses penyelidikan dilakukan, hingga polisi berhasil mengendus keberadaan pelaku di tempat tinggalnya masing-masing. Tak butuh waktu lama, ketiga pelaku berhasil dibekuk, termasuk beberapa barang bukti seperti uang tunai Rp 300 ribu.

“Peran Slamet dan Madya bertugas mengajak korban ngobrol. Tujuannya mengecoh konsentrasi korban. Sedangkan pelaku Ipin bertugas mengambil handphone,” jelasnya.

Dari pengakuan ketiga pelaku, handphone tersebut sudah dijual ke orang dengan harga Rp 900 ribu. Hasil penjualan tersebut selanjutnya dibagi tiga. Ipin mendapatkan bagian Rp 400 ribu, dan dua orang lainnya masing-masing kebagian Rp 250 ribu.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia