Senin, 25 Jun 2018
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Danau Yeh Malet; Ketika Hamparan Eceng Gondok Pendarkan Pesona

Kamis, 14 Jun 2018 13:06 | editor : I Putu Suyatra

Danau Yeh Malet; Ketika Hamparan Eceng Gondok  Pendarkan Pesona

ALAMI : Lantaran Eceng Gondok, Danau Yeh Malet kian ramai dikunjungi wisatawan, apalagi sarana penunjang lainnya terus dibenahi. (ISTIMEWA)

BALI EXPRESS, AMLAPURA - Berapa tahun lalu, Eceng Gondok yang tumbuh di perairan tak begitu menarik. Namun kini ber balik seiring pesatnya perkembangan destinasi wisata alam, seperti yang terjadi  di  Danau Yeh Malet  di Banjar Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Manggis, Karangasem.

Wisata berfoto akan lebih menarik, bila ada tantangan dan sensasi berbeda. Alasan itu pula yang menjadikan Danau  Yeh Malet dengan hamparan tanaman Eceng Gondoknya, jadi sangat menarik  dikunjungi wisatawan lokal dan asing. Berswafoto di Danau Yeh Malet  akan memberikan pengalaman  berbeda. Karena wisatawan akan diajak ke tengah danau dan melakukan aktivitas selfie dengan latar belakang hamparan  Eceng Gondok.


Gung Seri, salah seorang warga Kota Denpasar, mengaku sengaja datang ke Yeh Malet hanya untuk menyalurkan hobi  fotografinya. “Saya memang suka traveling, tertarik untuk datang ke Danau Yeh Malet karena latar foto yang cantik, juga karena tempat ini tempat wisata yang murah dan nyaman,” jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), akhir pekan kemarin.
Untuk mencapai kawasan yang ditumbuhi Eceng Gondok, wisatawan  bisa menyewa rakit yang terbuat dari bambu yang  disediakan pihak pengelola.


Selain itu, untuk mempercatik foto selfie yang dihasilkan, wisatawan juga bisa menyewa topi pantai yang disediakan khusus.
“Sewa topinya bukan keharusan.  Namun, untuk mempercantik foto yang dihasilkan, saya sewa topi,” papar Seri.
Spot terbaik untuk melakukan aktivitas swafoto di Danau Yeh Malet, lanjutnya, ada  di sisi selatan Danau, karena  tanaman Eceng Gondok sangat padat dan memiliki bunga sepanjang hari. 


Selain itu, di bagian pinggir danau, tepatnya dari sisi yang dekat dengan tempat parkir, terdapat satu spot foto yang cantik, yakni tanaman Eceng Gondok yang disusun sedemikian rupa hingga membentuk tulisan I LOVE U.


Dikatakan Seri, spot foto ini menjadi spot favorit bagi wisatawan untuk berselfie. Selain dari pinggir danau, selfie atau swafoto di spot ini juga bisa dilakukan dari tengah lambang love, karena di tengahnya  disediakan jembatan dari bambu untuk narsis. “Sejak pagi saya di sini, spot ini menjadi spot favorit, banyak wisatawan yang sengaja selfie di spot ini,” paparnya.


Setelah puas mengelilingi danau dengan rakit bambu dan mengabadikan momen dengan latar belakang Eceng Gondok,    bisa membeli makanan dan minuman di sekitar danau. Menu makanan yang disediakan  sangat beragam, mulai dari makanan tradisional khas Karangasem hingga menu kemasan.  



Lebih Asyik Sewa Rakit 


Danau seluas tujuh hektare ini, memang menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kabupaten Karangasem. Ide awal untuk menyulap kawasan ini menjadi tempat wisata, datang dari Kelompok Taman Lestari. Menurut Ketua Kelompok Taman Lestari, Nengah Sutama, pada awalnya tidak ad ide untuk menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata selfie, 


apalagi danau ditumbuhi  Eceng Gondok. Bahkan, akibat tumbuhnya Eceng Gondok ini, Danau Yeh Malet mengalami pendangkalan yang cukup cepat. “Adanya rakit di sekitar danau ini, pada awalnya kami buat untuk membersihkan danau dari  Eceng Gondok setiap hari minggu pagi,” jelasnya. Namun, justeru dengan adanya Eceng Gondok, banyak orang tertarik untuk selfie.


Sebagai destinasi wisata yang baru buka beberapa  bulan silam,  kunjungan wisatawan ke danau ini sudah cukup lumayan, khususnya pada hari libur dan akhir pekan. “Biasanya wisatawan yang datang untuk selfie dengan latar belakang hamparan Eceng Gondok,” ujarnya.


Untuk kedepannya, Sutama berharap Pemda Karangasem bisa membantu penataan kawasan ini. Baik dalam bantuan dana maupun bantuan lainnya. Sehingga destinasi ini bisa lebih cantik dan diminati wisatawan.


Untuk  bisa mengeliling danau, wisatawan yang datang hanya dipatok biaya Rp 15 ribu per orang untuk naik rakit ke tengah danau, dan nanti ada anggota kelompok yang mengantarkannya. Sementara ini anak-anak belum dipungut biaya dan masih gratis. “Tapi penjagaan keamanan kami sudah siap, kalau ada yang kecebur sudah ada pelampung dan tim penyelamat,” tegasnya.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia