JawaPos Radar

OJK Bidik Obligasi Daerah Hingga Rp 1,2 Triliun

10/08/2018, 17:07 WIB | Editor: Saugi Riyandi
OJK Bidik Obligasi Daerah Hingga Rp 1,2 Triliun
Otoritas Jasa Keuangan (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan, pemerintah daerah (Pemda) menargetkan penerbitan obligasi daerah hingga mencapai Rp 1,2 triliun tahun ini. Pada tahap pertama, dana yang bisa diraih dari hasil penerbitan obligasi daerah diharapkan bisa sebesar Rp 600 miliar.

“Tapi info terakhir masih tergantung interest rate yang saat ini masih ditunggu. Kalau terlalu mahal mungkin akan diswitch tapi project tidak berubah,” ujar Komisioner Pengawas Pasar Modal I OJK, Djustini Septiana di Jakarta, Jumat (10/8).

Djustini menjelaskan, langkah-langkah penerbitan obligasi daerah OJK menjadi perhentian terakhir. Pasalnya, setelah memperoleh ijin prinsip, Pemda harus terlebih dahulu memasukan pendaftaran ke Kementerian Keuangan untuk memperoleh ijin.

“Jadi targetnya memang efektif di akhir Desember oleh OJK dan penawarannya di awal Januari. Karena ini memang di setting untuk mendekati akun budget per tahun pemda,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen membeberkan pihkanya memilih Jawa Tengah yang akan menjadi daerah pertama yang akan melakukan penerbitan obligasi daerah tersebut.

“Pilot di Jawa Tengah, sekarang dalam proses mendapatkan persetujuan dari DPRD. Jadi masih berlangsung, kalau ditanya kapan dan sejauh mana Pemda dan DPRD bisa memberikan persetujuan,” kata Hoesen.

Dalam kesempatan yang sama Pengawas Pasar Modal II OJK, Fakhri Hilmi mengatakan, jika peraturan daerah (Perda) terkait obligasi daerah diharapkan bisa selesai di September tahun ini. Sehingga, penerapan obligasi daerah di Jawa Tengah bisa dilakukan tahun ini. Sebab, pihak OJK sudah menyiapkan aturan dan infrastruktur untuk penerapan obligasi daerah.

“Kita memang mengharapkan bisa tahun ini. Sampai dengan Agustus atau paling lambat September memang baru bisa keluarkan perda sehingga Oktober atau November sudah bisa pilot project sehingga target bersama memang akhir tahun tapi bergantung kesiapan dari pemda sendiri. Kita regulator sudah siap peraturan dan infastrukturnya kita tunggu dari pemda untuk filling project,” tandasnya.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up