JawaPos Radar

Yovie Widianto: Soal Politik Jangan Baperan

11/08/2018, 06:45 WIB | Editor: Novianti Setuningsih
Yovie Widianto: Soal Politik Jangan Baperan
Yovie Widianto sebut politik tak boleh baper. Biarlah cinta yang bikin baper. (dok.Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Ditengah panasnya huru hara politik negeri ini, Yovie Widianto dan Glenn Fredly justru mencari angle lain dengan membuat konser Tanda Mata yang penuh cinta. Dijumpai dalam jumpa pers konser Tanda Mata, Yovie akui tidak mudah membuat lagu cinta, dibutuhkan hati yang bersih dan penuh ketulusan untuk itu.

"Tidak mudah (membuat lagu cinta) dan butuh sebuah ketulusan yang luar biasa untuk itu, karena ketika kita memulai membuat lagu dengan cita-cita yang berbeda itu biasanya tidak sampai (rasanya) sebagus apapun dari segi teknis. Jadi, kita harus tetap punya hati yang bersih, punya ketulusan. Kayak bahan politik saja," kata Yovie di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (10/8).

Disinggung soal politik, Yovie mengaku beruntung di posisi fleksibel. Menurutnya, musisi bisa berteman dengan semua partai politik dan pejabat tergantung pada acaranya.

Yovie Widianto: Soal Politik Jangan Baperan
Konferensi pres Konser Tanda Cinta di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (10/8). (Yuliani NN/JawaPos.com)

"Saya berteman dengan partai politik dan pejabat, kalau acara partai kuning ya saya pakai baju warna kuning, kalau acara biru ya pakai biru. Kadang ada yang bilang mas Yovie mau ikut berpolitik ya, biarkan saja, buat saya politik terbesar adalah membuat orang mengerti apa arti cinta sebenarnya," lanjutnya.

Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Yovie berharap tidak ada yang baperan. Baper (bawa perasaan) hanya boleh terjadi saat terjadi musibah di negeri ini.

"Ini kan suasana panas, semoga tidak sepanas tahun sebelumnya. Kalau tentang cinta, kita wajib baperan, karena kalau tidak terbawa perasaan, kalian bohong cintanya. Untuk negara kita wajib baper, kalau misalnya di Lombok lagi tertimpa musibah, kita punya simpati dan empati," paparnya.

Sebaliknya, dalam bersikap politik baper adalah musuh yang harus dihindari. Jangan sampai beda pilihan membuat pecah belah. Bagi Yovie, politik itu hanya alat untuk menjaga kebahagiaan rakyat Indonesia.

"Tapi kalau soal politik, jangan baperan. Kalau sudah selesai, kita itu sama semuanya. Perbedaan kita cuma saat di bilik suara. Nah belajar dari tahun lalu, semoga kali ini tidak seperti yang kemarin. Setelah pilpres masih saja kesel sana-sini. Padahal yang penting adalah bagaimana masyarakat Indonesia sejahtera dan rakyat kreatifnya bisa berkembang," pungkasnya.

(yln/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up