JawaPos Radar

Face Reshaping Perlu Estetika, Hindari Suntik Filler Berlebihan

10/08/2018, 07:20 WIB | Editor: Novianti Setuningsih
Face Reshaping Perlu Estetika, Hindari Suntik Filler Berlebihan
Ilustrasi: melakukan perawatan kecantikan wajah di Miracle Aesthetic Clinic (dok.Twitter Miracle Aesthetic Clinic)
Share this image

JawaPos.com - Banyak kaum hawa di era modern ini ingin tampil lebih cantik. Tak puas dengan wajah yang dimilikinya, maka mereka melakukan berbagai metode perawatan kecantikan. Salah satunya dengan face reshaping atau mengubah wajahnya dengan suntik filler. Sayangnya, suntik filler yang terlalu banyak bisa menimbulkan efek samping.

Founder dan President Director Miracle Aesthetic Clinic Group, dr. Lanny Juniarti Dipl. AAAM, menjelaskan, saat melakukan face reshaping maka harus mengetahui jenis perawatan mana yang tepat untuk setiap karakter wajah. Lalu, tetap mempertimbangkan bagaimana dapat membuat tampilan wajah tersebut menjadi proporsional namun tetap terlihat natural.

"Tanpa memperhitungkan rasio-rasio kecantikan dalam ilmu estetika dan memperhatikan karakter wajah seseorang, hasil face reshaping dapat terlihat tidak alami," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (9/8).

Face Reshaping Perlu Estetika, Hindari Suntik Filler Berlebihan
Founder dan President Director Miracle Aesthetic Clinic Group, dr. Lanny Juniarti Dipl. AAAM, (pegang mic). (dok.Miracle Aesthetic Clinic)

Saat ini, dr. Lanny menyebutkan mulai banyak terjadi kasus facial overfilled syndrome. Kasus ini adalah kondisi, di mana wajah seseorang terlalu berlebihan menerima suntikan filler yang membuat bentuk wajahnya terlihat tidak ideal ataupun proporsional dan tidak natural. Salah satu kasus dalam overfilled syndrome yang saat ini sering dibicarakan adalah kasus pillow face, yaitu terlalu banyaknya cairan filler yang dimasukkan pada area pipi. Sehingga, pipi menjadi sangat menonjol dan terlihat tembam.

“Harus kita ingat bahwa tujuan dari face reshaping adalah membuat wajah seseorang menjadi lebih ideal dan proporsional, sehingga seorang wanita dapat tampil lebih menarik, menunjukkan kecantikan versi terbaiknya dengan tetap mempertahankan ciri khas karakter kecantikan individualnya,” tambah dr. Lanny.

Di momen ulang tahun ke-22, Miracle Aesthetic Clinic kembali memberikan inspirasi untuk para wanita Indonesia dengan mengusung kampanye bertajuk Every Beauty Should Be A Masterpiece yang merupakan lanjutan dari kampanye Unveil Your Masterpiece tahun 2016 yang lalu.

Menurut dr. Lanny, setiap wanita selalu ingin terlihat cantik, tampil sempurna di hadapan banyak orang. Hal tersebut dipengaruhi dari berbagai aspek, mulai dari lifestyle sampai tuntutan kehidupan sosial. Salah satunya adalah faktor pekerjaan, saat seorang wanita dituntut berpenampilan dengan baik.

Bahkan, perusahaan maupun organisasi kini memiliki standar penampilan bagi karyawannya. Hal Inilah yang membuat penampilan menjadi penting bagi pada wanita guna mendukung pekerjaannya.

"Lifestyle kaum urban yang sekarang ini tidak bisa lepas dari internet, membuat banyak wanita dari berbagai generasi ingin selalu tampil sempurna agar bisa terus eksis di sosial media. Oleh karena itulah, saat ini yang menjadi trend di industri estetika adalah metode face reshaping," jelasnya.

Namun, sekali lagi, dr. Lanny mengingatkan bahwa face reshaping perlu dilakukan dengan tetap mempertimbangkan estetika.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up