JawaPos Radar

Rashida Tlaib, Perempuan Muslim Pertama di Kongres AS

09/08/2018, 12:15 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Rashida Tlaib
Kemenangan Tlaib di tempat utama sebagai inspirasi bagi perempuan dan minoritas. Tlaib mengatakan, awal pekan ini keputusannya untuk mencalonkan diri didorong oleh meningkatnya serangan terhadap Muslim Amerika dan imigran (AP)
Share this image

JawaPos.com - Warga Amerika keturunan Palestina dari Michigan akan terlibat dalam pemilihan khusus Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan pada bulan November. Dilansir Al Jazeera pada Kamis, (9/8), Rashida Tlaib menjadi perempuan Muslim pertama yang terpilih untuk untuk Kongres AS setelah memenangkan pemilu pertama di negara bagian Michigan.

Tlaib ditetapkan untuk memenangkan kursi pada pemilihan bulan November untuk masa jabatan dua tahun yang akan dimulai pada bulan Januari. Ia secara bersamaan menjalankan tugas John Conyers, yang mengundurkan diri pada bulan Desember dengan alasan kesehatan di tengah tuduhan pelecehan seksual.

"Terima kasih banyak telah membuat momen yang tidak dapat dipercaya ini jadi kenyataan. Saya tak mampu berkata-kata. Saya tidak sabar untuk melayani Anda di Kongres," tulis Tlaib di Twitter.

Rashida Tlaib
Rashida Tlaib menjadi perempuan Muslim pertama yang terpilih untuk untuk Kongres AS setelah memenangkan pemilu pertama di negara bagian Michigan (Reuters)

Pada 2006, seorang Demokrat dari Minnesota, Keith Ellison, menjadi Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres. Dia saat ini mencalonkan diri sebagai jaksa agung di negara asalnya. Andre Carson, perwakilan Demokrat dari Indiana, adalah Muslim kedua yang melayani di Kongres. Ia terpilih pada tahun 2008.

Kemenangan Tlaib di tempat utama sebagai inspirasi bagi perempuan dan minoritas. Tlaib mengatakan, awal pekan ini keputusannya untuk mencalonkan diri didorong oleh meningkatnya serangan terhadap Muslim Amerika dan imigran sejak terpilihnya Presiden AS Donald Trump.

Sebuah studi Dewan Hubungan Amerika-Islam melaporkan peningkatan 15 persen dalam kejahatan terkait Islamofobia di Amerika Serikat tahun lalu. "Saya tidak mencalonkan diri karena pemilihan saya akan bersejarah. Saya berjuang melawan ketidakadilan dan karena anak-anak lelaki saya, yang mempertanyakan identitas Muslim mereka."

Pemilihan paruh waktu 2018 telah mencatat jumlah Muslim, setidaknya 90 Muslim mencalonkan diri untuk jabatan politik sejak serangan 11 September 2001. Ini menurut Jetpac, sebuah organisasi yang membantu Muslim-Amerika mencalonkan diri untuk jabatan politik.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up