JawaPos Radar

Susu Formula Bayi di Venezuela Senilai 9 Kali Gaji Bulanan

09/08/2018, 09:48 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
susu formula bayi di venezuela
Susu formula bayi, seperti begitu banyak barang pokok di Venezuela, hanya tersedia di pasar gelap dan sekaleng harganya sekitar 50 juta bolivar, atau USD 15. Itu sembilan kali gaji bulanan rata-rata (Population Growth)
Share this image

JawaPos.com - Hampir tidak ada yang suka makanan rumah sakit. Tetapi di negara yang sedang berkutat dengan inflasi yang tidak terkendali, yaitu Venezuela, makanan rumah sakit bisa terlihat lebih mengerikan.

Dilansir AFP pada Rabu, (8/8), karena kehabisan bahan makanan, para pasien hanya diberikan hidangan diet monoton, tepung yang dimasak dalam kondisi kotor. Bayi yang baru lahir diberi larutan intravena karena kekurangan susu formula.

Salah satu pasien, Bawa Carla Lopez, 40 tahun, yang telah dirawat di rumah sakit selama tiga bulan untuk mengobati luka terbuka di kakinya sebagai akibat diabetes mengatakan, ia makan apa pun yang mereka berikan kepadanya.

susu formula bayi di venezuela
Kondisi RS di Venezuela yang mengenaskan (AFP)

Ia makan sepiring nasi dan lentil di Rumah Sakit Universitas di Caracas. Ini adalah barang yang tidak hambar karena rumah sakit kehabisan garam. Sayangnya, kelebihan pati menyebabkan kadar gula darahnya naik.

Bahkan jika dia keluar dari rumah sakit, dia tidak mampu membayar. Satu kilogram ayam harganya 1,5 kali gaji bulanannya di Venezuela.

Lopez mengatakan, untuk sarapan, dia mendapat sejenis patty jagung yang dikenal di sini sebagai arepa, dan untuk makan siang. Itu adalah pasta atau lentil dengan nasi.

Menurut Ahli Nutrisi Rumah Sakit, Gladys Abreu, dalam masa-masa yang lebih baik, rumah sakit ini dulu memiliki koki yang berbeda untuk masalah medis yang berbeda. Namun sekarang, semua orang mendapat jatah yang sama, dan tidak banyak, yakni hanya 40 gram beras dan 25 gram kacang-kacangan. "Itu tidak cukup untuk anak kecil," kata seorang staf di dapur rumah sakit.

Survei Rumah Sakit Nasional yang diterbitkan pada bulan Maret oleh Majelis Nasional menyebutkan, 96 persen rumah sakit Venezuela gagal memberi makan pasien mereka secara memadai, atau tidak memberi mereka makan sama sekali. Jajak pendapat itu meliputi 104 rumah sakit yang dikelola negara dan 33 rumah sakit swasta.

Di klinik bersalin Concepcion Palacios, Caracas, dokter berhenti memberikan susu formula untuk bayi yang baru lahir karena tidak ada uang untuk itu. Orangtua dapat memberikan sendiri, tetapi seorang ibu, Yereercis Olivar, yang baru saja melahirkan anak keduanya, tidak mampu membeli susu formula.

Olivar putus asa, jadi dia mulai mencoba mengeluarkan susu dari payudaranya dengan jarum suntik. Butuh tiga hari untuk metode penyiksaan untuk menyediakan susu.

Susu formula bayi, seperti begitu banyak barang pokok di Venezuela, hanya tersedia di pasar gelap dan sekaleng harganya sekitar 50 juta bolivar, atau USD 15. Itu sembilan kali gaji bulanan rata-rata.

Survei rumah sakit mengatakan 66 persen dari bangsal bersalin Venezuela tidak memiliki formula untuk diberikan kepada bayi. “Sekarang ada kecoak di daerah tempat mereka menyiapkan botol bayi," kata Silvia Bolivar, perawat yang telah 25 tahun bekerja.

Dari lubang-lubang di dinding dan langit-langit, kebocoran air dan tikus lari, ia menambahkan. Kementerian kesehatan mengabaikan permintaan dari AFP untuk mengomentari kisah ini.

Di lantai enam tempat dia dirawat, Olivar mengatakan dia telah mendengar perawat memprotes selama enam minggu terakhir untuk menuntut gaji dan kondisi kerja yang lebih baik. Poster di dinding mengatakan perawat juga ingin makanan yang lebih baik untuk orang sakit.

Presiden Nicolas Maduro mengatakan krisis di rumah sakit Venezuela telah diperparah oleh sanksi AS terhadap pemerintahnya. Dia mengatakan, hukuman ini mencegah negara dari membeli peralatan medis dan obat-obatan, 80 persen di antaranya adalah pasokan pendek.

"Sulit ketika pasien datang kepada kami, gemetar dan hampir pingsan, untuk mengatakan mereka lapar," kata perawat Bolivar.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up