JawaPos Radar

Gerindra Tetap Sodorkan Eks Napi Korupsi Jadi Wagub DKI

11/08/2018, 14:25 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Gerindra Tetap Sodorkan Eks Napi Korupsi Jadi Wagub DKI
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Syarif. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pencalonan nama untuk maju ke kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta, menggantikan Sandiaga Uno semakin ramai diperbincangkan. Pasalnya, tengah ramai nama tokoh dari partai PKS, Mardani Ali Sera yang disebut-sebut akan menggantikan Sandi.

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Syarif pun membantah dan menolak dengan tegas isu tersebut. Menurutnya, hanya partai Gerindra yang dapat menggantikan posisi dari Sandiaga Uno.

"Oh enggak bener, kalau isu mah boleh-boleh saja. Biarin saja, kan ada dua pendekatan soal ini, regulasi dan proses politik. Jelas Gerindra dong, ya kita akan majukan senior kita Ketua DPD Gerindra, M Taufik," terangnya saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (11/8).

Menurutnya secara regulasi jelas tercantum bahwa hanya partai pengusung yang boleh mengajukan 2 nama yang dipilih DPRD. Diketahui pula, partai pengusung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandi adalah partai PKS dan Gerindra.

Pria yang menjabat sebagai Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta ini pun mengaku gerah ketika nama calon Wagub dari PKS saja yang selalu berkumandang. Sedangkan, calon dari partainya terlihat seperti kasat mata dan tidak diperhatikan.

"Jadi perlu diketahui, partai pengusung itu ada Gerindra juga, partai besar loh. Jadi perhatian masyarakat jangan melulu PKS, dua-duanya kan pengusung," tegas Syarif.

Syarif menjelaskan prosesnya kedua nama nanti akan diajukan ke DPRD untuk dipilih secara voting. Menurutnya, proses politik yang sedang bergulir memperlihatkan sulitnya menerka tokoh mana yang akan terpilih. Pasalnya prediksi calon Wagub ini dinilai tidak seperti ilmu pasti matematika.

"Prediksinya sifatnya nggak kayak matematika. Tapi untuk saat ini calon terkuat Pak Taufik (eks napi korupsi-red), malah ada yang bilang saya juga tapi nggak lah. Bisa saja, tapi kan suatu kehormatan bagi senior kita," tandasnya. 

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up