JawaPos Radar

ITS Siap Bangun MCK di Lombok

11/08/2018, 11:35 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Gempa Lombok
Tim ITS saat menyalurkan bantuan untuk korban gempa bumi di Lombok. (Dok. Humas ITS for JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tim Tanggap Darurat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terjun membantu rehabilitasi pascagempa Lombok. Kiriman bantuan difokuskan di Desa Rempek Darussalam, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara.

Lokasi itu menjadi salah satu yang mengalami kerusakan terparah. Pihak ITS telah mengidentifikasi sejumlah fasilitas umum seperti sekolah dan pusat layanan kesehatan sejak Kamis (9/8) lalu.

Anggota Tim Tanggap Darurat ITS Lalu Muhammad Jaelani menuturkan, lokasi bantuan merupakan pemekaran dari Desa Rempek. Letaknya lebih dalam dengan 2.000 hektare kawasan hutan dan berpenduduk 4.000 jiwa.

Di desa yang memiliki 30 posko itu, ITS ditugaskan membantu 19 posko lain. Dapur umum dan persedian logistik ITS sebagian disuplai ke 19 posko tersebut. "Hal ini sesuai dengan rekomendasi terakhir yang diterima usai rapat yang diadakan di Gedung Rektorat ITS," jelas Lalu, Sabtu (11/8).

Secara umum, posko ITS memiliki permasalahan yang sama dengan posko lainnya. Ada beberapa permasalahan mendesak saat ini. Antara lain tempat tinggal di tenda terpal yang sudah satu minggu digunakan. Sehingga perlu adanya tempat semi permanen.

Selain itu, tidak adanya bangunan mandi, cuci kakus (MCK) membuat aktivitas dilakukan seadanya. "Yang ada hanya sungai dengan debit air kecil tapi berkarang 300 meter dengan elevasi 30 meter dari lokasi, sangat terjal," paparnya.

Selain kedua masalah tersebut, ketersediaan air bersih juga menjadi kendala. Untuk mendapatkan pasokan air bersih, mereka harus mengambil di lokasi yang cukup jauh. Itu belum ditambah dengan kelangkaan bahan bakar untuk kendaraaan pickup. Mobil harus dikirim lebih dulu dari Mataram.

"Pasokan listrik juga tidak ada. Kami sudah beli dua genset. Sedangkan bahan makanan mentah, kami pasok dari Lombok Tengah," imbuh dosen Teknik Geomatika tersebut.

ITS memiliki beberapa rencana sesuai rapat di lapangan. Paling utama adalah pembuatan MCK umum di Posko ITS. Bangunan itu juga bisa dipakai para korban.

Selain itu, ITS akan membeli 24 tong air berukuran 1.100 liter. Tong akan dipakai untuk menyimpan air keperluan minum dan masak. "Catatannya, hujan akan menjadi ancaman baru bagi pengungsi yang berlindung di bawah terpal. Selain itu akses ke sungai juga berbahaya karena dapat berpotensi longsor," ujar Lalu.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up