JawaPos Radar

Pernah Pukau Tamu Bule, Reog Singo Dirgantoro Bersiap Tampil Nasional

11/08/2018, 03:17 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Pernah Pukau Tamu Bule, Reog Singo Dirgantoro Bersiap Tampil Nasional
Siswa SMK Penerbangan Angkasa Lanud Iswahjudi mempersiapkan diri untuk tampil di Festival Reog Nasional. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Reog Singo Dirgantoro, yang merupakan ektrakulikuler SMK Penerbangan Angkasa Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan, berlatih keras memantapkan diri.

Reog ini berlatih dengan keras untuk menghadapi event besar Festival Reog Nasional, September mendatang, di Ponorogo.

Latihan yang digelar di GOR Shaba Garuda Lanud Iswahjudi ini disaksikan langsung oleh Danlanud, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Samsul Rizal, didampingi ketua paguyuban Letkol Sus Sutarno.

Samsul menjelaskan, seni reog Singo Dirgantoro yang berdiri sejak 2 Februari 2018 itu pernah memukau dan tampil sempurna saat menyambut kedatangan pesawat F 16 di Main Appron Lanud Iswahjudi, beberapa waktu lalu.

Saat itu, lanjut, reog yang dia prakarsai ini tampil di hadapan tamu dari luar negeri dan pejabat negara. Termasuk Menhan RI, Ryamizard Ryacudu.

"Latihan seminggu tiga kali, latihan dilaksanakan setelah jam pelajaran usai," katanya, di tengah kegiatannya memantau latihan, Jumat (10/8).

Upaya yang mereka lakukan untuk latihan mempersiapkan diri di lomba nasional itu, juga dengan mendatangkan pelatih Deny Setiawan dari sanggar Door Anom, Ponorogo. Sedangkan peserta latihan sebanyak 100 orang terdiri dari kelas X dan XI SMK Penerbangan Angkasa.

Karisidenan Madiun yang merupakan wilayah Mataraman, kental dengan adat budaya Reog dan jaranan menjadi sarana untuk membina wilayah, sekaligus meningkatkan potensi dirgantara.

Disela sela latihan, Danlanud juga berharap dapat nguri-nguri budaya. Dia ingin, seni reog bisa tetap lestari di bumi Indonesia. Lanjutnya, karena tak sejengkal tanah air dan udara bisa di miliki bangsa lain.

"Termasuk budayanya. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mempertahankan dan melestarikannya," tandas dia.

Sementara itu, Sutarno, menjelaskan, kesulitan yang dihadapi dalam latihan yaitu penyesuaian gerak, rasa dan irama.

"Sehingga keterpaduan dan harmonisasi tarian masih belum tercapai," tandasnya.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up