JawaPos Radar

Pilpres 2019

Roy Suryo: Pak SBY Orangnya Cermat, Tidak Pernah Salah Tanda Tangan!

Dukungan Demokrat Dianggap Terlambat

11/08/2018, 11:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
Roy Suryo: Pak SBY Orangnya Cermat, Tidak Pernah Salah Tanda Tangan!
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo menegaskan, Partai Demokrat tidak pernah salah mengambil sikap termasuk memberikan dukungan politik, Sabtu (11/8). (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Partai Demokrat telah memutuskan mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Namun, keputusan Partai Demokrat tersebut dinilai terlambat.

Sebab, partai berlambang bintang mercy tersebut baru mendeklarasikan dukungan beberapa jam jelang pendaftaran pasangan Prabowo-Sandiaga. Dari situ, muncullah persepsi bahwa ada keraguan Partai Demokrat dalam memberikan dukungan politik.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan, lamanya partainya menjatuhkan pilihan merupakan bagian dari sifat Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab Presiden keenam RI itu memiliki sifat yang sangat cermat dalam mengambil suatu keputusan.

Roy Suryo: Pak SBY Orangnya Cermat, Tidak Pernah Salah Tanda Tangan!
SBY konsisten mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

"Ketua Umum kami orang yang sangat cermat, tidak pernah salah, tidak pernah grusa-grusu. Nggak salah tanda tangan, karena beliau tidak mungkin tidak baca," ungkap Roy di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8).

Lebih lanjut mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ini menolak anggapan keputusan Demokrat disebut terlambat. Memang sudah diagendakan oleh partai jika sidang Majelis Tinggi Partai (MTP) digelar Jumat pagi (10/8), maka keputusan resmi juga baru dikeluarkan pada setelahnya.

"Bukan terlambat, saya punya jadwal MTP paripurna itu memang sidangnya hari Jumat jam 8 pagi, saya punya daftarnya. Keputusan Demokrat itu diambil melalui rapat majelis tinggi. MTP memang baru memutuskan Jumat jam 9 pagi," jelasnya.

Roy menuturkan, pada saat Prabowo-Sandiaga mendeklarasikan diri di Kertanegara pada Kamis (9/8) malam, Demokrat sebetulnya sudah ingin mengirim perwakilan. Akan tetapi, lantaran belum digelar MTP, maka niat tersebut diurungkan.

"Perkara teman-teman sudah deklarasi di Kartanegara, kami memang ditunggu dan kami mau mengirim perwakilan. Tapi, kami tidak mau mendahului MTP," lanjutnya.

Di sisi lain, Roy mengatakan, matangnya keputusan yang dibuat Demokrat tercermin saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pada proses tersebut tidak ada satupun dokumen yang ditolak oleh panitia.

"Silakan teman-teman lihat saja di KPU kemarin, siapa yang datanya paling lengkap, ketika kami di KPU itu tidak ada yang ditolak, semuanya lengkap. Kalau di sebelah kan saya dengar ada 2 (PSI-Perindo) yang dicoret," pungkasnya.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up