JawaPos Radar

Pengakuan Jokowi Usai Buka GIIAS 2018: Bisa Lihat Model-model Baru

03/08/2018, 11:20 WIB | Editor: Ilham Safutra
GIIAS 2018
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai memnbuka GIIAS 2018. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 resmi dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi) di ICE BSD Tangerang kemarin (2/8). Ajang tersebut diikuti 25 merek otomotif dan menampilkan 40 kendaraan model baru. Pemerintah mengapresiasi iklim otomotif Indonesia yang terus tumbuh. Juga, mengajak pelaku industri untuk mendukung era kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

Jokowi hadir bersama sejumlah menteri. Yakni, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo; dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Itu kali pertama Jokowi hadir di ajang tersebut. Sebelumnya GIIAS selalu dibuka Wapres Jusuf Kalla.

Jokowi pun mengaku sudah dicolek-colek banyak pihak untuk datang ke ajang pameran itu. "Pak Presiden, kalau Bapak hadir ke Gaikindo Auto Show bisa lihat model-model baru, Pak. Maaf, maksud saya model-model mobil baru," kelakar Jokowi menirukan pihak yang mengajaknya, lalu disambut tawa seluruh undangan yang hadir.

GIIAS 2018
Salah satu mobil model masa depan. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Menurut dia, di antara semua jenis industri di Indonesia, otomotif dapat dikatakan sebagai industri yang jaringannya paling luas dan bersifat internasional. Mulai rantai produksi, skala ekonomi, hingga branding. Karena itu, tinggal menunggu waktu sampai tren otomotif global masuk ke Indonesia secara terus-menerus.

Jokowi mengingatkan industri otomotif Indonesia agar peka terhadap perubahan yang ada. Khususnya, setelah terjadi perang dagang antara AS dan Tiongkok. Saat ini pasar Indonesia memang masih besar. "Tapi, saya selalu sampaikan kepada industri otomotif agar terus didorong ke pasar-pasar ekspor," lanjutnya.

Di saat yang sama, dia menjanjikan dukungan penuh dari pemerintah untuk memuluskan ekspor produk otomotif Indonesia ke luar negeri. Dia sudah berbicara dengan menteri keuangan dan dipastikan ada insentif.

"Termasuk tax holiday (pembebasan pajak) yang jauh lebih agresif, tax allowance (pengurangan pajak), dan yang sedang dalam kajian adalah super deduction pajak," tutur mantan wali kota Solo itu. Super deduction tax adalah pemberian kelonggaran kepada perusahaan untuk melaporkan biaya lebih tinggi dari yang seharusnya. Dengan begitu, otomatis pajak yang dibayar juga bisa lebih rendah.

Semua insentif itu diharapkan mendorong kegiatan ekspor produk otomotif semakin meningkat. Jokowi menambahkan, pada semester pertama tahun ini industri otomotif mencatatkan ekspor dengan nilai USD 3,45 miliar. Urutan ke-4 dari 25 industri utama nonmigas Indonesia. "Jangan sampai pasar kita yang besar tadi dikuasai mobil-mobil impor, harus dikuasai mobil-mobil yang diproduksi dalam negeri kita sendiri," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johanes Nangoi menyampaikan bahwa GIIAS tahun ini sudah memasuki penyelenggaraan ke-26. Kehadiran pameran berkaliber internasional seperti GIIAS, menurut dia, penting untuk memacu penjualan kendaraan bermotor di Indonesia. Selain itu, pameran otomotif penting untuk mengedukasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk otomotif tanah air.

"Penjualan domestik sampai semester satu sebesar 554.000 unit. Proyeksi penjualan tahun ini bisa mencapai 1,1 juta unit. GIIAS akan menjadi momentum yang baik untuk memacu penjualan di semester dua," ujar Nangoi.

Gaikindo memprediksi bahwa tahun ini total penjualan unit dan transaksi di GIIAS yang berlangsung pada 2-12 Agustus itu akan tumbuh tipis dari tahun sebelumnya. Pada 2017 GIIAS mencatatkan transaksi sekitar Rp 7 triliun dengan penjualan sekitar 22.000 unit kendaraan. Selama 10 hari penyelenggaraan, GIIAS dikunjungi lebih dari 450.000 orang.

Sebagian di antara 40 kendaraan model baru yang ditampilkan juga termasuk kendaraan konsep yang mengusung fitur canggih dengan basis tenaga listrik. Misalnya, Honda yang mengusung kendaraan EV autonomus bernama NeuV. Kendaraan berbasis listrik dengan model city car tersebut diklaim akan menjadi kendaraan masa depan dengan fitur serbaotomatis. Pabrikan Toyota juga menampilkan dua unit mobil konsep, yakni Concept-i serta i-Ride, yang memiliki desain futuristis.

Pelaku industri mengaku sangat mendukung langkah pemerintah untuk mewujudkan era kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. "Selain menampilkan kendaraan berbasis listrik, kami mendukung rencana pemerintah untuk menerapkan standar emisi Euro 4 dan program biodiesel B20," tambah Nangoi.

Opening kemarin juga menjadi hari diluncurkannya alat mekanis multiguna pedesaan (AMMDes) yang digagas Kementerian Perindustrian. Platform kendaraan multiguna itu digunakan dalam beberapa model untuk membantu aktivitas pertanian dan perkebunan.

"Saat ini AMMDes siap diproduksi 3.000 unit dan kami akan tingkatkan menjadi 9.000-15.000 unit per tahun. Produksi secara masal akan dimulai pada Januari 2019," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Jokowi yang didampingi Airlangga sempat menjajal AMMDes yang ditampilkan di booth PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) selaku produsen AMMDes. Jokowi langsung duduk di salah satu mobil pedesaan karya anak bangsa dengan ditemani Menperin. "Kalau duduk merasa nyaman sekali," ucapnya. 

(byu/agf/c10/agm)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up