JawaPos Radar

E-Power: Menguak Janji Nissan di Balik Booth Ajang GIIAS 2018

07/08/2018, 16:26 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
E-Power:  Menguak Janji Nissan di Balik Booth Ajang GIIAS 2018
Yutaka Sanada - Regional Senior Vice President, Nissan Motor Asia & Oceania (Agustinus Edy Pramana / JAWAPOS.COM)
Share this image

JawaPos.com - Di balik Booth Nissan di arena GIIAS 2018 tim JawaPos.com berbincang  secara eklusif dengan Yutaka Sanada - Regional Senior Vice President, Nissan Motor Asia & Oceania. Sanada mengungkapkan perkembangan kendaraan listrik dan teknologi teranyar yang sedang dibangun dan akan segera diboyong ke Indonesia. Lantas teknologi apakah yang dijanjikan oleh Nissan kepada masyarakat Indonesia?

“Kami optimis terhadap perkembangan mobil listrik saat ini. Indonesia menjadi market penting bagi Nissan. Namun di setiap market tentu ada tantangannya. Salah satunya adalah kesiapan pembangunan infrastruktur. Kendaran listrik membutuhkan fasilitas charging. Peralatan pengisian listrik  tersebut harus diinstal di sepanjang jalur yang dilalui. Oleh karena itu, Nissan akan melakukan riset pasar tersebut, dan tentunya akan ditemui tantangan pengembangan infrastruktur pegisian baterai itu,” tutur Sanada.

“Untuk menghadapi tantangan itu, kami memiliki teknologi  sebagai solusinya. Yaitu e-POWER. Mobil listrik e-POWER tidak membutuhkan proses charging untuk mengisi baterai. Kendaraan ini menggunakan bahan bakar. Bahan bakar tersebut tidak untuk menggerakkan roda melainkan untuk menggerakkan generator pengisi listrik,” paparnya.

E-Power:  Menguak Janji Nissan di Balik Booth Ajang GIIAS 2018
Yutaka Sanada optimis terhadap perkembangan mobil listrik di Indonesia. Nissan menawarkan e-POWER sebagai solusi kendala infrastruktur saat masa peralihan teknologi mesin bakar menuju elektrifikasi kendaraan bermotor. (Istimewa for JawaPos.com)

Kemudian Sanada menguraikan teknologi e-POWER secara lebih detil.  Menurutnya, antara  e-POWER dengan mobil hybrid itu berbeda. Dalam sistem e-POWER, kendaraan digerakkan oleh motor listrik sepenuhnya. Kendaraan ini memiliki baterai dengan output tegangan yang tinggi. Tenaga dari baterai disalurkan ke powertrain compact e-POWER  yang terdiri dari mesin bensin, dinamo (generator) listrik, inverter, dan motor listrik.

Sementara itu dalam sistem mobil hybrid konvensional, motor listrik dengan output rendah dikawinkan dengan mesin bensin untuk menggerakkan roda. Namun dalam sistem e-POWER mesin bensin tidak tehubung ke roda. Mesin bensin hanya digunakan sebagai penggerak sistem pengisian baterai.

E-Power:  Menguak Janji Nissan di Balik Booth Ajang GIIAS 2018
Bagan perbedaan antara sistem mobil listrik (EV), e-POWER, dan Mobil Hybrid (Rofiah Darajat)

Lantas apa bedanya dengan Electric Vehicle (EV) atau mobil listrik? EV memanfaatkan tenaga yang bersumber sepenuhnya dari baterai. Tidak memiliki sistem pengisian baterai yang digerakkan oleh mesin bakar. Sistem e-POWER memungkinkan Anda menikmati perjalanan tanpa harus khawatir masalah pengisian baterai.

e-POWER dapat menggerakkan mesin pada titik yang paling efisien. Sebanding dengan hybrid konvensional.  Soal kapan teknologi e-POWER akan masuk di Indonesia? Sanada hanya mengatakan, “Secepatnya”.

Teknologi yang sungguh menarik, Masyarakat Indonesia menunggu e-POWER buatan Anda, Pak Sanada.

(tjb/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up