Jumat, 22 Jun 2018
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Wilayah Operasi Geng Motor Hingga Tabanan, Hasil Kejahatan untuk Pesta

Minggu, 14 Jan 2018 12:15 | editor : ali mustofa

geng motor, penikam pria sumba, polsek denbar, polresta denpasar

PELAKU: Anggota geng motor ABG yang diamankan di Polsek Denbar (Adrian Suwanto/Radar Bali)

DENPASAR - Terungkap sudah aksi brutal geng motor yang menewaskan Darius Taba Kababa, 32, di depan SD Immanuel Dalung, Jalan Raya Dalung, Banjar Kwanji, Dalung, Kuta Utara, Rabu (10/1) dini hari pukul 04.00.

7 dari 8 pelaku berhasil diringkus tim gabungan Unit Reskrim Polsek Denbar dan Satreskrim Polresta Denpasar di Jalan Pidada, Ubung, Sabtu (12/1) dini hari pukul 03.00.

Mereka antara lain, Ain, 16 ; Ari, 16; Moh, 15; Feb, 17; Yud, 14; Dan, 17, dan Say alias Cod, 15.

Dari hasil pengembangan diketahui bahwa para pelaku ini sudah beraksi sejak lama. Bahkan, bukan hanya beroperasi di daerah Denpasar dan Badung, tapi merambah hingga Tabanan.

Total ada tujuh TKP yang disasar para pelaku ABG ini. Di antaranya kasus begal di Jalan Gatsu Barat depan Masjid Al Furqon, Denpasar.

Lalu begal dan pengeroyokan di depan SD Immanuel Dalung di Jalan Raya Dalung, Banjar Kwanji, Desa Dalung, Kuta Utara, Badung.

Terlibat pencurian motor Scoopy hitam di Kediri, Tabanan sebulan lalu. Terlibat pencurian motor Vario merah di Jalan Raya Canggu sebulan lalu.

Lalu terlibat pencurian motor Scoopy hitam di Jalan Raya Canggu lima bulan lalu. Mencuri motor Beat di Jalan Raya Canggu, sebulan lalu.

Terakhir, terlibat pencurian uang, jam tangan, dan ponsel di sebuah warung makan di Jalan Bung Tomo, Denpasar Barat.

“Ada 8 orang namun 1 buron. Kami masih melakukan pengejaran. Dari hasil pengembangan sejumlah BB hasil curian, termasuk sepeda motor yang digunakan merupakan hasil kejahatan mereka,” kata Kanitreskrim Polsek Denbar Iptu Aan Saputra.

Menariknya lagi, hasil curian digunakan untuk foya-foya. “Para pelaku kami jerat melanggar pasal 365 dan 338,” bebernya.

Karena menyangkut dengan anak-anak, kepolisian bakal berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (BAPAS).

“Kasus ini masih kami kembangkan karena kemungkinan masih ada TKP lain. Ada indikasi, ada korban lain para pelaku ini,” paparnya. 

(rb/dre/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia