Selasa, 19 Jun 2018
radarbali
icon featured
Features
Yoko; Kisah Anak Disabilitas Berkostum BU

Hidup Pas-pasan, Mendadak Dicari Lilipaly, Ingin Menonton di Dipta

Jumat, 16 Feb 2018 18:35 | editor : ali mustofa

bali united, penyandang disabilitas, anak difabel, kagumi lilipaly

KAGUMI LILIPALY: I Putu Ari Krisna Saputra alias Yoko bersama adik dan kedua orang tuanya (Istimewa)

Usai mengempaskan Sriwijaya FC di babak semifinal, gelandang Stefano Lilipaly memposting foto yang berujung viral. Dia memposting foto seorang anak yang memiliki keterbatasan fisik. Siapa dia?

 

ALIT BINAWAN, Denpasar

“SIAPA yang bisa memberikan informasi dimana alamat anak ini? Dan siapa yang bisa mengantarkan saya untuk menemui anak ini? Untuk info, bisa hubungi saya lewat Direct Message.

Terimakasih. #Yoko”. Itulah tulisan di postingan Stefano Lilipaly di akun instagram miliknya, Rabu (14/2) malam. Yoko adalah anak berkebutuhan khusus yang pertumbuhan kaki kiri dan tangan kanannya tidak normal.

Gayung bersambut. Kontak Yoko akhirnya bisa ditemukan mantan pemain SC Telstar ini. Bukan hanya Fano – sapaan akrabnya yang merespons, pihak Bali United pun juga merespons.

Hari ini, pihak Bali United bekerjasama dengan Kick Andy Foundation akan mendatangi langsung Yoko di kediamannya di Banjar Dinas Petung, Desa Batur Tengah, Kintamani.

Bali United dan Kick Andy Foundation berencana membuatkan kaki dan tangan palsu bagi anak bernama asli I Putu Ari Krisna Saputra itu.

Jelas itu menjadi kabar gembira bagi Yoko. Terlebih Yoko bisa bertemu dengan Stefano Lilipaly, sang pemain idola. Saat diwawancarai kemarin (15/2), Yoko begitu polos menjawab pertanyaan.

Yang membuat terharu, ternyata anak kelahiran Batur Tengah, 7 Februari 2007 ini hanya meminta hal sederhana dari Fano.

“Saya mau ajak Lilipaly main bola dan ingin menonton pertandingan Bali United,” bebernya. Keinginan Yoko pun sepertinya segera terwujud. Sebab, usai final Piala Presiden 2018, Fano dan Bali United akan berkunjung ke rumahnya.

Keluarga Yoko memang berasal dari keluarga yang sederhana. Ayahnya, I Wayan Arsana berprofesi sebagai tukang pijat keliling.

Meski hidup dalam kesederhanaan, tapi Ayah Yoko tetap berjuang untuk anaknya. “Kalau saya melihat Yoko, saya semangat.

Tanpa satu tangan dan satu kakinya, Yoko masih semangat dan tidak merasa memiliki kekurangan. Entah itu saat bermain, ikut kegiatan olahraga di sekolah, atau bersekolah seperti biasa. Dia selalu semangat,” ujarnya.

Perlu diketahui, Yoko yang saat ini berusia 11 tahun itu duduk di kelas III SDN II Batur. Mendengar kabar akan dibantu untuk membuat kaki dan tangan palsu, Arsana cukup senang.

“Bantuan ini bisa membantu Yoko dan dia sudah tidak perlu pakai tongkat lagi,” bebernya.

(rb/lit/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia