Selasa, 19 Jun 2018
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Ibu Racuni Anak Hingga Tewas, Kapolsek: Suami Bilang Tak Ada Masalah

Rabu, 21 Feb 2018 21:48 | editor : ali mustofa

racuni anak, tiga anak tewas, ibu durhaka, gagal bunuh diri, polres gianyar

Ni Luh Putu Septyan P semasa muda, ibu kandung yang tega meracuni anak kandungnya hingga tewas (Istimewa)

GIANYAR – Aksi nekat ibu kandung jahat, Ni Luh Putu Septyan Parmadani, 32, meracuni tiga anak kandungnya dengan obat pembasmi serangga merek Baygon tidak bisa dinalar dengan akal sehat.

Semua orang dibuat geleng-geleng kepala dengan aksinya. Tidak hanya suami, maupun keluarga besar yang shock, tapi juga warga, dan aparat kepolisian.

Karena gara-gara aksi nekatnya, tiga anak kandungnya, Ni Putu Diana Mas Pradnya Dewi, 6, Made Mas, 4, dan Nyoman Mas, 2, meninggal dunia.

Luh Putu Septyan Parmadani sendiri berencana bunuh diri namun gagal. Saat ini, pelaku masih mendapat perawatan di RS Dharma Yadya, Tohpati, Denpasar.

Kapolsek Sukawati Kompol Pande Sugiharta menyatakan, kasus ini bisa digolongkan kasus pembunuhan. “Diduga ini kasus pembunuhan, karena di kamar kami temukan obat serangga dan pisau,” ujar Kompol Pande Sugiharta usai olah TKP.

Untuk memastikan dugaan pembunuhan itu, polisi masih memeriksa sejumlah saksi. Orang tua Septyan Parmadani, dan adik kandungnya Komang Yoga.

Polisi, kata dia, juga telah memeriksa ayah dari tiga anak yang di racun pelaku hingga tewas, Putu Moh Diana, 35.

“Ini pemeriksaan awal, belum kami dapatkan apa-apa. Yang jelas pengakuan suaminya tidak ada masalah. Nanti kalau kami simpulkan, salah lagi.

Yang jelas ada masalah sampai terjadi begitu. Sekarang masalahnya apa? Apa mungkin selingkuh, sakit hati, atau faktor ekonomi, hutang,

suaminya main judi kan banyak itu. Faktor yang sebenarnya belum terungkap. Nanti kami tunggu pemeriksaan ibunya dulu menunggu sadar,” ujar Kompol Pande Sugiharta.

Putu Moh Diana sendiri masih kalut dan depresi saat diperiksa. Terlebih tiga anaknya yang masih anak-anak ini diketahui meninggal dunia.

“Makanya kami kasih dulu dia untuk menenangkan diri. Baru kami tanyai lebih terperinci nanti,” jelasnya.

                

(rb/dra/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia