Jumat, 22 Jun 2018
radarbali
icon featured
Radar Jembrana

Terungkap, Sebelum Tewas, ABG Cantik Itu Sempat Ribut dengan Ibunya

Kamis, 22 Feb 2018 05:15 | editor : ali mustofa

pamit foto copy, abg cantik, pantai rambutsiwi, tewas tenggelam, polres jembrana

KAMAR JENAZAH: Jenazah ABG Ni Kadek Utami di kamar jenazah RS Negara sebelum dbawa pulang ke rumah duka (Istimewa)

NEGARA – Kematian Ni Kadek Utami,17, gadis asal Desa Medewi, yang  sempat dilaporkan hilang sejak Senin (19/2), masih menyisakan tanda tanya.

Terutama mengenai penyebab kematian korban hingga ditemukan di tengah laut oleh nelayan. Meski dari hasil identifikasi dan visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, polisi masih belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban.

Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo menegaskan, jenazah yang ditemukan di tengah laut oleh nelayan dipastikan merupakan gadis yang dilaporkan hilang.

Dari hasil identifikasi luar dan visum tidak ada tanda –tanda kekerasan. Hanya ada luka di hidung korban dan mengeluarkan darah.

Namun luka tersebut bukan karena pukulan benda keras. “Luka pada jenazah tidak mematikan,” tegas AKBP Priyanto.

Berbeda jika ada luka di badan, memar di kepala belakang yang mematikan. Sehingga kesimpulan sementara dari hasil visum dan pengamatan identifikasi dari luar tidak ada tanda kekerasan.

Mengenai luka pada hidung korban diduga karena terbentur karang atau karena terlalu lama berendam di air laut.

Apakah korban bunuh diri atau dibunuh?  Kapolres menegaskan masih belum bisa menyimpulkan. Pasalnya tidak ada bukti dan saksi yang bisa menguatkan dugaan tersebut.

Yang pasti, korban tidak bisa berenang, sehingga diduga korban mandi di pinggir pantai lalu terseret arus dengan masih mengenakan pakaian lengkap.

Karena itu, pihaknya masih belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. Pihaknya berpedoman dan percaya pada hasil visum dari tim medis, bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan.

“Kalau jenazah meninggal memang meninggal, apakah penyebabnya masih belum disimpulkan. Pembunuhan tidak (bukan korban pembunuhan,” tegasnya.

Kapolres menyebut, dari hasil penyelidikan dan keterangan keluarga korban, sebelum korban pergi meninggalkan rumah, ada masalah keluarganya.

Sebelumnya, korban terlibat keributan dengan ibunya. Apes, ketika curhat kepada cowoknya, namun sang cowok yang tinggal di Nusa Dua, Badung, tidak membelanya.

Karena itu, korban pamit keluar rumah dengan alasan mau fotocopy tugas sekolah. Tapi, ditunggu-tunggu tidak pulang. 

(rb/bas/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia