Jumat, 22 Jun 2018
radarbali
icon featured
Metro Denpasar

Waduh, Limbah Kolam Hotel Grand Hyatt Dibuang ke Pantai, Bahaya Atau…

Senin, 12 Mar 2018 18:45 | editor : ali mustofa

limbah kolam, hotel grand hyatt, pipa pembuangan, dinas klh denpasar

DIBUANG KE LAUT: Pipa pembuangan air dari Hotel Grand Hyatt Sanur mengarah ke perairan Sanur (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

DENPASAR – Pipa berwarna putih terlihat ditanam di Jalan Duyung depan Hotel Grand Hyatt, Sanur. Pipa air itu mengeluarkan air bergelembung.

Entah air bersih atau air limbah hotel, belum diketahui jelas. Salah seorang nelayan setempat, Made Mudiati mengatakan, pipa itu digunakan untuk membuang air kolam milik Hotel Grand Hyatt, Sanur, yang kini sedang direnovasi.

Menurutnya, pipa itu sudah ada sejak lama. Bahkan sebelumnya pipa berada di luar dan hanya sampai ke jalan yang sering dilalui pejalan kaki.

Tapi, karena mengganggu pejalan kaki, sehingga pipa ditanam dan dibuang ke pantai. “Oh, itu pipa kolam renang. Besar kolamnya. Itu air kayaknya kalau bersihin kolam itu,

airnya di buang ke situ (dia menunjuk  mengarah pipa yang ke laut). Tapi tidak bahaya. Di sini dilarang buang limbah,” kata warga Sanur ini.

Mudiati mengungkapkan, hotel Grand Hyatt masih direnovasi dan belum beroperasi. Sehingga tidak ada limbah yang dihasilkan. Hanya buangan air kolam yang ada di dalam.

Untuk membuktikan kebenaran informasi tersebut, Jawa Pos Radar Bali masuk ke proyek hotel besar itu, tapi tidak ada yang bekerja.

Hanya ada security. Salah seorang security Dewa Made mengatakan, pipa yang dipasang itu adalah buangan air. Sayangnya, saat ditanya air apa, Dewa Made tidak tahu persis.

Yang jelas, dia mengklaim air yang dibuang melalui pipa itu tidak bahaya dan bukan limbah. Sebelumnya juga, sudah disosialisasikan ke warga setempat terkait keberadaan pipa tersebut.

“Itu bukan limbah bahaya. Pipa itu pembuangan air. Tapi, air apa ya sumur. Ah tapi saya kurang tahu. Yang jelas masyarakat di sini sudah tahu dan sudah pernah disosialisasikan sebelumnya,” jelasnya.

Kabid Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar Ketut Darsana telah meminta staffnya untuk meninjau lokasi yang dimaksud. 

(rb/feb/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia