Senin, 18 Jun 2018
radarbali
icon featured
Dwipa

WASPADA, Gunung Agung Erupsi Empat Menit, Nawakerti Terpapar Hujan Abu

Selasa, 13 Mar 2018 04:45 | editor : ali mustofa

gunung agung, aktivitas seisimik, erupsi gunung agung, hujan abu

Gunung Agung (dok.radarbali)

AMLAPURA - Gunung Agung, Karangasem kembali memuntahkan abu tipis ke langit Pulau Dewata kemarin malam.

Erupsi berlangsung selama dua menit 4 detik. Ketinggian kolom asap mencapai 800 meter dengan arah condong ke timur. Akibatnya Dewa Nawakerti, Abang, terpapar hujan abu tipis.

Erupsi terjadi nyaris tengah malam Minggu (11/3) pukul 23.30 wita malam lalu. Erupsi berlangsung selama dua menit 4 detik. sementara kolom abu mencapai 800 meter.

Selain Nawakerti beberapa wilayah di Kecamatan Kubu juga terpapar hujan abu. Hanya saja, hujan abu kali ini tidak sampai masuk ke pemukiman penduduk.

“Sempat terjadi hujan abu dan juga bau belarenng,” ujar Wayan Putu, Perbekel Nawakerti. Hal yang sama juga dikemukakan Sekretaris Pesebaya Agung I Wayan Suara Arsana.

Sekalipun terjadi erupsi, namun warga sekitar lereng Gunung Agung tetap tenang. Mereka juga beraktiiftas seperti biasa.

Warga Desa Pakraman Duda, misalnya. Kemarin mereka tetap sibuk melakukan persiapan untuk Ngusaba Dodol.

Kebetulan kemarin adalah Penampahan Ngusaba. Warga Duda sebagian besar mebat untuk menyiapkan piranti upacara seperti membuat sate dan lawar.

Masyarakat juga tenang bahkan tetap fokus untuk melakukan upacara Ngusaba. “Ya, masih aktifitas seperti biasa sambil menunggu instruksi pemerintah,” ujar I Nyoman Dana 40.

Sementara itu Suara Arsana yang juga Perbekel Amerta Bhuana mengaku sudah berkordinasi dengan pihak Pos Pengamatan Gunung Agung di Rendang.

Suara Arsana mengatakan, Pos Pantau tetap merekomendasikan radius 4 KM zona bahaya. Gunung Agung juga masih di level III. Karena itu, warga masyarakat di lereng Gunung Agung tetap tenang.

Kabid Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), I Gede Suantika, mangakui ada aktifitas namun tidak signifikan.

Justru, kata dia, kembang kempis atau deformasi Gunung Agung cenderung menurun. “Ada gempa tapi tidak signifikan,” akunya.

(rb/tra/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia