Jumat, 22 Jun 2018
radarbali
icon featured
Radar Buleleng

Tangkap Basah Tersangka Indehoi dengan Istri Jadi Alasan Tembak Korban

Selasa, 13 Mar 2018 14:15 | editor : ali mustofa

tembak tetangga, isu perselingkuhan, rs kertha usadha, polsek kubutambahan

TANGKAP TERSANGKA: Pelaku penembakan digelandang ke Mapolsek Kubutambahan (Istimewa)

SINGARAJA – Nengah Sudiawan, 34, warga Banjar Dinas Mengandang, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, nekat menembak tetangganya, Nyoman Antara, 48, Minggu (11/3) petang lalu.

Sudiawan yang sehari-harinya hidup sebagai petani itu, nekat melakukan aksi penembakan karena dipicu rasa sakit hati pada korban. Mengingat korban sempat menyelingkuhi istri tersangka.

Usai melakukan tindakan tidak terpuji itu, aparat kepolisian di Polsek Kubutambahan, langsung meringkus tersangka.

Tersangka ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya, sekitar pukul 00.30, Senin (13/3) dini hari. Polisi juga mengamankan sepucuk senapan angin yang disimpan di rumah tersangka.

Konon tersangka menembak korban, karena rasa sakit hati pada korban. Pasalnya korban pernah menyelingkuhi istri tersangka beberapa waktu lalu.

Bahkan korban dan istri tersangka sudah pernah dua kali indehoi di kebun milik korban. Terakhir pada pertengahan Februari lalu, tersangka sempat memergoki perselingkuhan keduanya.

Plt. Kapolsek Kubutambahan, AKP Made Mustiada mengakui ada motif asmara dibalik aksi penembakan itu.

“Motifnya karena tersangka sakit hati. Sebab istri tersangka ini pernah diselingkuhi korban, sekitar pertengahan bulan Februari lalu. Itu juga diakui istri tersangka,” kata Mustiada seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno.

Sejauh ini polisi belum menemukan unsur-unsur perencanaan dalam peristiwa tersebut. “Kejadiannya itu seketika. Begitu tersangka lihat korban lewat di kebunnya,

tiba-tiba langsung melakukan penembakan. Meski demikian kami masih tetap mendalami keterangan tersangka dan saksi-saksi. Kami juga berharap korban bisa segera pulih, sehingga kami bisa mendapat keterangan,” imbuh Mustiada.

Kini tersangka Nengah Sudiawan mendekam di sel tahanan Mapolsek Kubutambahan. Tersangka dijerat pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman dua tahun dan delapan bulan penjara.

Sementara korban Nyoman Antara kini harus menjalani perawatan intensif di Ruang ICU RSU Kertha Usada Singaraja.

(rb/eps/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia