Sabtu, 23 Jun 2018
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Berhari-hari Tak Masuk Kerja, Dicek, Manager Hotel Tewas Tanpa Busana

Rabu, 14 Mar 2018 00:15 | editor : ali mustofa

manager hotel, tewas membusuk, polsek kuta selatan

EVAKUASI: Petugas mengevakuasi jasad manager hotel yang meninggal sejak beberapa hari lalu di kosnya kemarin (Istimewa)

BADUNG – Food and Beverage Manager Hotel Novotel Bali, Hendry Setiawan, 46, ditemukan tewas membusuk di kos 168 Blok Kuning Nomor. 7 Jalan Raya Uluwatu, Gang Bhuana Sari, Jimbaran, Selasa kemarin.

Hingga kini, penyebab pasti pria asal Palembang ini meninggal belum diketahui karena masih diotopsi di rumah sakit.

Terungkapnya kematian warga Jalan AMD Nomor. 6A, RT/RW : 001/007, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, berawal ketika korban tak masuk kerja tanpa kabar.

“Korban tak masuk kerja sejak Sabtu (10/3) lalu dan tidak ada kabar sama sekali,” ujar saksi asisten manager restoran Hotel Novotel Bali I Ketut Sandi seperti dikutip penyidik.

Kemudian Minggu (11/3) lalu teman korban di Departemen FB kembali menghubungi korban melalui pesan Whatsapp maupun telepon namun tak ada jawaban.

“Dan, Senin (12/3) lalu korban tak masuk kerja lagi dan tak memberikan alasan. Akhirnya, temannya memutuskan untuk mencari korban ke kosnya,” beber sumber petugas.

Setiba di kosan korban di Jalan Raya Uluwatu, Gang Bhuana Sari Jimbaran, dari jauh mereka mencium bau busuk dan banyak lalat.

Karena tak gubris panggilan teman-teman, akhirnya staff penginapan membuka pintu kamar korban. Ternyata benar ia ditemukan sudah meninggal di dalam kamar dengan posisi telungkup tanpa memakai baju.

“Korban ditemukan tewas tanpa busana dalam kamar di depan kamar mandi,” beber sumber ini.

Kepada petugas kepolisian, warga setempat Johanes Sandhi  Pratomo menerangkan bahwa belakangan ini korban sering mengeluhkan sakit pada bagian perutnya.

Korban sendiri diketahui memiliki riwayat sakit asma dan gangguan empedu, plus jantung. “Setelah mendapatkan laporan dari teman-teman korban, kami langsung olah TKP.

Jenasah dibawa ke RS Sanglah dengan menggunakan mobil Ambulance BPBD Badung guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tuturnya.

Kepada Jawa Pos Radar Bali, Kanitreskrim Polsek Kuta Selatan Iptu H. A. Muh. Nurul Yaqin membenarkan terkait adanya peristiwa itu.

Pihaknya sudah melakukan oleh TKP dan hasil identifikasi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.

“Berdasar keterangan saksi keluarga korban menerangkan bahwa korban selama ini memang memiliki riwayat sakit seperti jantung,” tutur Iptu Nurul Yaqin. 

(rb/dre/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia