Sabtu, 26 May 2018
radarbali
icon featured
Dwipa

Dua Jam Berkibar, Bendera Palu Arit Diturunkan Paksa, Pelaku Bilang…

Jumat, 11 May 2018 10:39 | editor : ali mustofa

bule rusia, bendera palu arit, victory day, polres karangasem, perbekel pertima

DIPERIKSA: Perbekel Perbekel Pertima Gusti Ayu Biksuni menginterograsi bule Rusia yang mengibarkan bendera Palu Arit di Warung Baruna (Wayan Putra/Radar Bali)

AMLAPURA—Kawasan obyek wisata Pantai Pasir Putih, Desa Bugbug, Karangasem sempat di gegerkan dengan pengibaran bendera bergambar Palu Arit dengan warna merah.

Hal ini terjadi Rabu (9/5) siang lalu. Aparat desa dan petugas kepolisian langsung turun ke lokasi melakukan penyelidikan.

Belakangan diketahui, bendera warna merah berukuran 1 x 1 meter dipasang Bule Rusia yang kebetulan berlibur disana.

Denis Nazarensko, 37, dan rekanya Katerina Evelokimova, 30, asal Rusia mengaku menaikan bendera tersebut hanya untuk memperingati Victory Day yang dirayakan di negaranya.

Pemasangan bendera tersebut dilakukan di warung milik Hildergardi Teti, 48, sekitar pukul 14.00 wita. Awalnya bule tersebut minta sebatang bambu untuk menaikan bendera tersebut.

Sang pemilik warung sendiri tanpa curiga langsung memberikan bambu setinggi 3,5 meter. Dan bambu tersebut ternyata dipasang bendera yang di Indonesia dilarang dan cukup sensitif.

Bendera ini berisi tulisan Rusia dan di pasang di depan Warung Baruna. Sekitar dua jam bendera tersebut berkibar.

Baru pukul 16.00 wita Babinkamtipmas dan Perbekel Pertima Gusti Ayu Biksuni datang ke lokasi.  mereka langsung menurunkan bendera tersebut.

Tidak lama kemudian beberapa petugas dari Polsek Karangasem datang. Petugas langsung melakukan introgasi kepada sejumlah wisatawan termasuk dua bule yang memasang bendera tersebut.

“Saya datang ke lokasi setelah mendapat laporan warga,” ujarnya kemarin. saat dilakukan introgasi sempat kesulitan kerena bule tersebut tidak paham Bahasa Inggris dan hanya bisa bahasa Rusia.

Untung saja pelaku lainya Katarina paham bahasa Inggris sehingga keteranganya bisa dimengerti.

“Mereka mengaku tidak tahu kalau bendera seperti itu dilarang di Indonesia. Jadi, apa yang mereka lakukan murni karena tidak tahu bukan bermaksud lain,” kata Ayu Biksuni.

Menurut Biksuni, bule tersebut mengaku membawa bendera tersebut dari negaranya. Mereka mengibarkan bendera tersebut setiap tanggal 9 Mei di negaranya, Rusia.

Pengibaran bendera tersebut untuk memperingati hari Victory Day. Yaitu peringatan kedatangan tentara Rusia di Berlin, Jerman Timur waktu itu.

Kedatangan tentara Rusia ini juga menandai berakhirnya perang Dunia Ke II. Sementara tulisan yang ada dalam bendera tersebut adalah nama personil tentara Rusia yang mengibarkan bendera tersebut pertama kalinya.

Selaian itu kedua bule Rusia ini merupakan cucu veteran perang saat itu. Keduanya mengaku datang ke Bali hanya untuk liburan sejak 19 Maret lalu.

Atas kejadian ini keduanya mengaku menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatanya tersebut. Biksuni juga bertanya kepada beberapa wisman Rusia lainya dan benar kalau 9 Mei memang hari besar di Rusia yakni hari Victory Day.

Kasubag Humas AKP Herson Djuanda membenarkan kejadian tersebut. Dirinya mengatakan kalau kasus tersebut sudah diambil alih Polda Bali. diakui juga kalau pelaku sudah sempat di introgasi. 

(rb/mus/tra/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia