Senin, 25 Jun 2018
radarbali
icon featured
Travelling

Jelang Ultah ke 23, SID Kebut Album Baru

Jumat, 25 May 2018 20:06 | editor : ali mustofa

band sid, album baru, ultah ke 23

TRIO: Dari kiri, JRX, Eka Rock, dan Bobby Kool, personel band punk rock asal Bali, Superman is Dead. (Istimewa)

DENPASAR - 11 Mei 2018 lalu, band Superman Is Dead mengeluarkan single perdananya di tahun ini.

Lagu yang digambarkan sebagai tembang refleksi atas hubungan antara manusia dengan waktu, dan manusia dengan perjuangan ini diberi judul Batas Cahaya.

Untuk peluncuran video klip yang digarap Erick EST ini, akan dilaunching secara resmi pada 28 Mei 2018 mendatang di Twice Bar, Kuta. Sebuah kedai milik Jrx.

Sejatinya single yang liriknya ditulis oleh sang drummer, JRX ini adalah jembatan bagi Superman Is Dead untuk menuju album baru.

Rencananya album ini akan dirilis bertepatan dengan ulang tahun dari band yang beranggotakan JRX (drum), Eka Rock (bass) dan Bobby Kool (gitar/vokal).

Diketahui, SID lahir 18 Agustus 1995. Dengan demikian, Agustus mendatang adalah 23 tahun usia band punk rock yang terinspirasi dari Green Day, NOFX, dan sederet band  internasional lainnya.

Menurut Bobby, saat ini SID sendiri telah mempersiapkan album ini secara matang. “Penggarapannya mudah-mudahan beberapa bulan lagi,” katanya saat diwawancarai beberapa hari lalu.

Bahkan menurut pria bernama lengkap I Made Putra Budi Sartika ini, saat ini pengerjaan album ini sudah lebih dari 50 persen.

“Materi album baru sudah siap sekitar 80 persen,” tambah pria kelahiran 8 September 1977 ini. Menurut Bobby, SID sendiri sebenarnya sangat jarang mengeluarkan karya dalam bentuk single.

Band yang sudah terbentuk sejak 1995 silam ini lebih mengutamakan merilis album. “Kami lebih menekankan kepada album itu sendiri,” imbuhnya.

Di beberapa tahun sebelum ini, Superman Is Dead sendiri disibukkan dengan tur yang dilakukan keliling nusantara. Selain itu, seperti di akhir tahun lalu, mereka juga menggelar tur ke Eropa.

Tak cukup demikian, aktivitas para personelnya dalam gerakan lingkungan juga cukup menyedot waktu dan tenaga mereka.

Hal ini juga menjadi salah satu penyebab yang membuat mereka mengeluarkan album dalam jarak waktu yang cukup lama. “Maka dari itu, album kali ini dengan jarak album sebelumnya  cukup lama,” tandas Bobby.

Sekadar diketahui, SID menelurkan album terakhir kali di tahun 2013 bertajuk Sunset di Tanah Anarki.

Album ini lahir berbarengan dengan awal gerakan tolak reklamasi di Bali. Beberapa lagu di album ini menjadi hits, seperti Jadilah Legenda, dan Sunset di Tanah Anarki. 

(rb/mar/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia