Selasa, 19 Jun 2018
radarbali
icon featured
Dwipa

Berebut Jalur Prestasi, PPDB Jalur Miskin di Tabanan Sepi Peminat

Selasa, 12 Jun 2018 15:29 | editor : ali mustofa

ppdb smp, jalur miskin, jalur khusus, jalur prestasi, disdik tabanan

CARI BANGKU: Suasana penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur pretasi, miskin dan jalur khusus di SMPN 1 Tabanan. (Juliadi/Radar Bali)

TABANAN - Pedaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) bagi siswa lulusan SD yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan SMP di Tabanan mulai dibuka.

Khusus untuk jalur prestasi, miskin dan jalur khusus mulai sejak kemarin (11/6) hingga hari ini (12/6).

Pantauan Jawa Pos Radar Bali di dua sekolah SMPN favorit di Tabanan, yakni SMPN 1 Tabanan dan SMPN 2 Tabanan, jalur miskin masih sepi peminat.

Padahal, berdasar pada aturan sistem zonasi PPDB siswa miskin mendapat jatah 5 persen dari jumlah siswa yang dibutuh oleh sekolah tersebut. 

Di SMPN 1 Tabanan misalnya pada pendaftaran awal tidak ada siswa yang mendaftar pada jalur miskin. Sedangkan di SMPN 2 Tabanan hanya 1 siswa yang baru mendaftar pada jalur miskin.

Kedua sekolah tersebut lebih banyak menerima pendaftran pada jalur prestasi.  Menurut Kepala SMPN 1 Tabanan I Made Sucahya,

penerimaan PPDB pada tahun pelajaran 2018/2019 di SMPN 1 Tabanan hanya menerima 288 siswa yang dibagi kedalam 9 rombongan belajar (rombel).

Di mana dalam satu rombel sebanyak 32 siswa yang diterima sesuai dengan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang jumlah ideal dalam satu rombel.

 Sedangkan pada jalur prestasi, miskin, dan jalur khusus, masing-masing sebanyak 15 siswa.

"Khusus pada jalur presatsi akan dilakukan perangkingan nantinya  dan hasilnya akan diumumkan pada Kamis 14 Juni 2018. Jalur prestasi akan diskor nilainya sesuai tingkatkan prestasi yang diraih siswa," terang Sucahya.

Lanjutnya, untuk penerimaan jalur miskin siswa tidak cukup hanya mengantongi surat keterangan miskin dari desa saja.

Tetapi melainkan harus memiliki persyaratan yang tertuang dalam petunjuk teknis (Juknis) oleh Dinas Pendidikan Tabanan.

Selain itu persyaratan lainnya pihak sekolah akan melakukan home visit untuk melihat secara langsung kondisi calon siswa tersebut yang menggunakan jalur khusus.

Penerimaan siswa pada jalur khusus diperuntukkan bagi pegawai atau pejabat PNS yang pindah tugas. Dan, itu wajib diterima.

Selain itu, pada jalur khusus ini, juga diperuntukkan bagi anak kandung tenaga pendidik atau guru dan pengawai sekolah. "Jadi, jalur ini harus anak kandung dari guru atau pegawai, dan tercantum dalam KK," jelasnya.

Sucahya menambahkan, penerimaan peserta didik baru untuk SMPN 6 Tabanan yang baru  dibangun juga dilakukan di SMPN 1 Tabanan.

SMPN 6 Tabanan berlokasi di bekas SDN 3 Dajan Pekan. Dengan total penerimaan siswa sebanyak 244 orang yang dibagi ke dalam tujuh rombel.

"Kebetulan saya ditunjuk sebagai Plt di sekolah baru ini. Dan pendaftaran kita adakan disini," katanya.

"Perhari ini sejak dibukannya PPDB kami baru menerima pendaftaran pada jalur prestasi sebanyak 40 orang siswa. Kemudian pada jalur miskin belum ada yang mendaftar begitu pula pada jalur khusus," tandasnya. 

Sementara itu Gede Darmika  Kepala Sekolah SMP 2 Tabanan yang ditemui kemarin menyatakan PPDB kali ini SMPN 2 Tabanan hanya menerima 224 siswa dengan jumlah rombel 7 kelas.

Penerimaan siswa baru tetap mengikuti aturan dari yang ada sesuai dengan Permen nomor 14 tahun 2018 tentang sistem zonasi.

"Saat ini di SMPN 2 Tabanan penerimaan siswa baru pada jalur prestasi baru menerima 12 orang siswa. Kemudian 3 siswa pada jalur khusus dan 1 siswa pada jalur miskin," imbuhnya.

(rb/jul/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia