Selasa, 19 Jun 2018
radarbali
icon featured
Dwipa

Tertimpa Pohon Bunut di Objek Wisata Monkey Forest, Tiga Warga Klenger

Rabu, 13 Jun 2018 10:02 | editor : ali mustofa

objek wisata, monkey forest, tiga korban, bpbd gianyar

BERSIHKAN POHON: Petugas membersihkan dahan dan ranting dari pohon yang tumpeng (BPBD Gianyar for Radar Bali)

UBUD – Musibah pohon tumbang terjadi di kawasan Monkey Forest, Kelurahan Ubud, kemarin. Tiga orang dilaporkan tertimpa dahan pohon.

Satu korban sempat pingsan dan dua lainnya mengalami luka-luka. Petugas langsung menyelamatkan korban, termasuk membersihkan sisa pohon tumbang.

Manager Objek Wisata Monkey Forest Ubud Nyoman Buana mengaku pohon yang tumbang itu berada di setra bajang, yang lokasinya tepat di sebelah barat pintu masuk central parkir Monkey Forest.

“Informasi yang saya terima, awalnya cabang pohon pule patah, menimpa tanaman merambat yang melilit pohon bunut. Karena ada beban, pohon bunut akhirnya tumbang,” ujar Buana.

Ada tiga orang warga terkena reruntuhan pohon tumbang, hingga mengalami luka-luka.

“Dari keterangan pecalang yang mengantar mereka ke puskesmas, korban katanya karyawan spa di sekitar Monkey Forest, cuma lecet dan habis diperiksa langsung pulang,” terangnya.

Pihaknya telah meminta bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar untuk membersihkan batang dan dahan pohon.

Menerima informasi itu, petugas BPBD langsung meluncur ke Desa Pakraman Padang Tegal untuk melakukan evakuasi.

Pohon bunut dengan tinggi sektiar 15 meter dengan diameter 2 meter ini langsung dipotong.  Pemangkasan itu dilakukan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan memasuki musim hujan.

“Seperti kemarin itu dari, malam sebelumnya hujan lebat nyambung sampai siang, hingga akhirnya memicu pohon tumbang,” ujar Buana.

Proses evakuasi yang dilakukan petugas BPBD berlangsung dalam beberapa jam. Arus lalu lintas menuju jalur tersebut harus ditutup untuk mempercepat proses evakuasi.

Penutupan itu sempat menimbulkan kemacetan di sejumlah jalur di Ubud. “Kemarin sampai jam 4 sore, arus lalin krodit di Ubud, karena poroses evakuasi ini,” jelasnya.

Mengantisipasi terulangnya kejadian serupa, Nyoman Buana mengatakan managemen monkey forest Ubud sudah rutin melakukan pencegahan, yakni dengan memangkas pohon yang dinilai rawan tumbang.

“Kalau ada pohon rawan tumbang di kawasan Monkey Forest pasti sudah kami pangkas,” tukasnya. 

(rb/dra/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia