Kamis, 21 Jun 2018
radarbali
icon featured
Radar Jembrana

Lebaran Tinggal Jam, Pemudik Membludak, KMP Paciran Turun Gunung

Kamis, 14 Jun 2018 12:31 | editor : ali mustofa

arus mudik, pemudik lebaran, pelabuhan gilimanuk, kmp paciran derajat

MEMBELUDAK: Ekor antrean pemudik hingga 1 km dari pintu masuk pelabuhan. (Anom Suardana/Radar Bali)

GILIMANUK - Setelah sempat lengang pada Selasa (12/6) siang, arus mudik di pelabuhan Gilimanuk kembali membludak. Bahkan junlahnya jauh lebih banyak dari sebelumnya.

Pantauan di Pelabuhan Gilimanuk kemarin malam, peningkatan arus mudik kembali terjadi mulai Selasa malam.

Pemudik bermotor dan bermobil yang datang terus bertambah sehingga antrean tidak bisa dihindari.

Sekitar pukul 21.00 tenda penampungan sepeda motor sudah penuh dan antrean terjadi sampai di tenda depan pertokoan terminal manuver.

Areal parkir mobil didalam pelabuhan juga penuh dan terjadi antrean  panjang. Melihat antrean mobil semakin panjang, jalur antrean dialihkan ke gang - gang.

Sedangkan untuk bus dan truk dialihkan langsung ke dermaga LCM. Lantaran semakin malam kendaraan pemudik semakin banyak, antrean panjang tidak bisa dihindari.

Gang - gang yang dijadikan pengalihan arus untuk mengurangi antrean di jalur utama kepenuhan dan mobil pribadi harus ditampung di areal terminal kargo.

Lonjakan pemudik terus berlanjut sampai Rabu (13/6) pagi. Ekor antrean sepeda motor sudah sampai di depan Pura Puseh Gilimanuk atau sekitar 1 kilometer dari pelabuhan.

Sementara mobil pribadi hampir memenuhi terminal kargo. Rata-rata mobil harus ngantre 4 sampai 6 jam untuk bisa masuk pelabuhan. 

"Saya dari jam 02.00 baru masuk pelabuhan. Antrean lumayan lama," ujar Ahmad pemudik bermobil asal Semarang yang ditemui di pelabuhan pukul 08.00.

Mudik Lebaran
arus mudik, pemudik lebaran, pelabuhan gilimanuk, kmp paciran derajat

MEMBELUDAK: Pemudik bermotor masuk jalur pintu masuk pelabuhan Gilimanuk (Anom Suardana/Radar Bali)

Sedangkan sepeda motor rata-rata 2 jam. Lamanya terjebak antrean membuat banyak pemudik yang kelelahan terutama pemudik bermotor.

Sebagian yang dibonceng baik istri, anak atau temannya memilih turun dan beristirahat di warung-warung, emperan toko dan di pos-pos polisi.

"Dari jam 6 ngantre samapi jam delapan belum juga masuk pelabuhan," ujari Ati, asal Lumajang yang menunggu suaminya di pos Brimob.

Karena kelelahan seorang pemudik bermotor harus dilarikan ke Puskesmas. Mubdin, 45, dilarikan ke Puskesmas setelah mendapat pertolongan pertama di pos pelayanan karena lemas ditengah antrean motor.

"Saya sudah minta naik bus, tapi suami saya tidak mau. Kami berangkat dari Denpasar jam 05.00. Mungkin suami saya kelelahan," ujar Umi, 35, istri Mubdin.

Melihat jumlah pemudik sampai siang masih membludak, ASDP kemuduan mengoperasikan kapal besar Derajat Paciran.

Kapal itu tiba di pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 13.00. Meski sempat kesulitan akhirnya KMP Derajat Paciran berhadil sandar dan bongkar muat di Dermaga MB 1.

Dioperasikanya KMP Derajat Paciran mampu dengan cepat memperpendek antrean. Dengan sekali muat 1.000 sepeda motor bisa diseberangkan.

Sehingga sore kemarin sepeda motor sudah habis. "Kita memang memprioritaskan sepeda motor untuk diseberangkan," ujar GM ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Elvy Yoza.

Menurut Yoza, sepeda motor diprioritaskan dengan pertimbangan mereka lebih lelah dibanding pemudik bermobil.

"Kita sesuaikan dengan kondisi. Kalau motor banyak kita utamakan motor. Kalalu mobil kita utamakan mobil," ungkapnya.

Dari data penyebrangan pudik mengalami lonjakan dibanding hari sebelumnya. Penumpang sebanyak 71913 orang,

sepeda  15492 unit dan  sebanyak 7823 unit. Sampai sore, antrean mobil masih terjadi namun tidak sampai di gang-gang.

(rb/mus/nom/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia