Rabu, 20 Jun 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi
Musda JSIT Korwil 3 Jatim

Berdiri 19 SIT, Bertekad Tingkatkan SDM Guru

Minggu, 14 Jan 2018 18:46 | editor : Ali Sodiqin

TINGKATKAN SDM: Ratusan guru TKIT dan SDIT hadi dalam musda.

TINGKATKAN SDM: Ratusan guru TKIT dan SDIT hadi dalam musda. (Sidrotul Muntoha/RaBa)

BANYUWANGI - Musda 1 Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Koordinator wilayah 3 Jatim yang meliputi Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo berlangsung klimaks pada Sabtu (13/1). Berlangsung di Hall Pondok Wina Banyuwangi menempatkan Yulius Agustina, S.Pd.I  sebagai nakhoda baru JSIT Korwil 3 th 2017-2021.  Terpilihnya Kepala sekolah SDIT Al Uswah 2 ini sebagai regenerasi tongkat estafet dari ustad Karyono, S.Pd, MT yang sudah empat periode menjadi Ketua JSIT korwil 3 Jatim.

Dalam musda yang berlangsung adem itu dihadiri oleh Ketua JSIT Jatim ustad Yuli Sugiarto, A.Md. Sekretaris JSIT Jatim ustad anton timur, M.Pd. Perwakilan Dispendik  Sutikno, M.Pd Kepala uptd kecamatan Banyuwangi Purwanto, M.Pd Kepala uptd Kalipuro h muhlis, M.Pd serta ratusan guru dibawah naungan JSIT.

Ketua JSIT Jatim ustad Yuli Sugiarto mengatakan,  Sekolah Islam Terpadu merupakan sekolah dengan latar belakang Islam yang mengaplikasikan 8 standar kemebdiknas dan 3 standar mutu kekhasan JSIT.  Sekolah Islam Terpadu mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Hal ini  dibuktikan dengan semakin banyaknya orang tua yang menyekolahkan anak-anak mereka di berbagai jenjang sekolah, mulai TKIT hingga SMAIT. “Oleh sebab itu,  kami berharap melalui musda ini agar pengurus yg baru fokus pada pembinaan kualitas SDM guru,”  kata ustad Yuli.

Hal senada dikatakan oleh Perwakilan Dispendik Sutikno. Menurut dia, Pendidikan berkarakter memerlukan proses pendidikan yang holistik, simultan dan ber­kesi­nam­bungan. Sistem pendidikan tersebut harus mengembangkan beberapa aspek, dan tidak semata hanya mengasah kemampuan akademis peserta didik. Kombinasi pengem­bangan kecerdasan (kognitif) yang baik dan perasaan (afektif) yang baik akan me­lahirkan perilaku (psikomotorik) yang baik pula. Sekolah Islam Terpadu telah mem­berikan solusi tepat dengan menjadikan Islam sebagai landasan filosofis, mengin­tegrasikan nilai Islam ke dalam bangunan kurikulum,” kata Sutikno.

Sementara itu Ustad Karyono me­nam­bahkan,  selama 15 tahun kepemimpinannya di JSIT korwil 3 telah berdiri 7 lembaga  yayasan dengan amal dakwah 19 sekolah islam terpadu.

Ketua JSIT Korwil 3 Jatim terpilih, Ustadah  Yulius Agustina dalam sambutannya mengatakan, dalam menjalankan dakwah berbasis pendidikan, maka keberadaan sekolah islam terpadu ini memiliki berbagai keunikan.  Oleh sebab itu inovasi dan kreativitas di masing-masing sekolah menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas input dan output.

Tantangan besar selanjutnya bagaimana SIT dan Yayasan yang menaunginya bisa memberikan SDM terbaik bagi anak-anak murid SIT. Mulai dari Kepala Sekolah, Dewan Guru dan pegawai haruslah mem­be­rikan yang terbaik dan terus memacu diri untuk peningkatan skill sehingga dapat men­jawab tantangan zaman yang luar biasa be­sarnya. “SDM lah yang akan menentukan ba­gaimana jalannya proses pendidikan di sekolah, dan proses merupakan inti dari semuanya. Akhir kata terima kasih dan selamat jalan Ustad Karyono serta selamat dan terima kasih atas karyanya selama ini,” pungkasnya.

FOTO BERSAMA: Peserta Musda 1 JSIT Korwil 3 Jatim pada Sabtu (13/1). Berlangsung di Hall Pondok Wina Banyuwangi

FOTO BERSAMA: Peserta Musda 1 JSIT Korwil 3 Jatim pada Sabtu (13/1). Berlangsung di Hall Pondok Wina Banyuwangi (Sidrotul Muntoha/RaBa)

(bw/rri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia