Kamis, 21 Jun 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Events

ISI Surakarta Cawe-Cawe B-Fest

Selasa, 06 Mar 2018 12:00 | editor : Bayu Saksono

KUMPUL AKADEMISI: Perwakilan ISI Surakarta menemui seniman tari Banyuwangi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi kemarin (5/3).

KUMPUL AKADEMISI: Perwakilan ISI Surakarta menemui seniman tari Banyuwangi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi kemarin (5/3). (FREDY RIZKI/RABA)

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi tampaknya terus berbenah untuk bisa mem­buat Banyuwangi Festival (B-Fest) menjadi lebih baik setiap tahunnya. Seperti tahun ini, Pemkab Banyuwangi menggan­deng Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta untuk ikut mengonsep beberapa agenda B-Fest tahun 2018.

Kemarin (5/3), beberapa perwakilan dari ISI Surakarta, seperti Wakil Rektor III ISI Pramutomo, Dosen Koreografi Didik Bw, dan Koreografer nasional sekaligus Do­sen ISI Eko Supriyanto datang ke Di­nas kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi untuk berdiskusi bersama para seniman dan Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Samsudin Adlawi.

Dalam per­te­muan ter­sebut, Eko Su­priyanto atau yang akrab disapa Eko Pace mem­berikan gambaran kepada para seniman jika ISI ingin ikut bekerja sama untuk membuat agenda budaya dalam B-Fest semakin baik. Karena itu dia sempat me­lakukan tanya jawab kepada beberapa seniman terkait per­masalahan yang ada di seputar penye­lenggaraan event tersebut.

”Jadi, kita datang bukan untuk meng­gurui apalagi minteri, tapi kita men­coba berdiskusi bersama mencari ja­lan keluar jika ada masalah dan meng­­­kon­sep secara aka­de­misi,” ujar Eko di hadapan para seniman Ba­nyu­wangi.

Kabid Kebu­da­yaan Dis­bud­par Ba­nyuwangi Choliqul Ridha menambahkan, pemkab dengan ISI Surakarta akan bekerja sama untuk menyusun konsep B-Fest. Kebetulan, dalam waktu dekat ada beberapa agenda yang dibidik untuk bisa di konsep bersama seperti Festival Karya Tari, Gandrung Sewu, Lalare Orkestra, dan beberapa event lainnya.

Pemkab Banyuwangi, menurut Ridha, bekerja sama untuk memberikan nuansa baru terutama di bidang koreografi dan manajemen pertunjukan dari agenda B-Fest tersebut. ”Ini tadi kita kumpulkan bersama seniman tari karena paling dekat festival karya tari. Nanti masukan dari sanggar dan seniman juga akan jadi ma­sukan,” ujarnya.

Ketua DKB Banyuwangi Samsudin Adlawi menambahkan, peran akademisi dalam B-Fest cukup diperlukan. Karena, setelah event budaya dalam B-Fest sukses, sering kali dibawa ke tingkat pro­vinsi atau nasional. ”Terkadang para juri untuk level nasional tidak ha­nya dari kalangan budayawan saja, tapi juga kalangan akademisi. Jadi kita harus punya ilmunya supaya bisa tampil maksimal,” tandasnya. (fre/als/c1)

(bw/fre/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia