Sabtu, 26 May 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Edukasi

SMK 17 Agustus 45 Tegaldlimo MoU dengan Indomaret

Rabu, 09 May 2018 09:45 | editor : Bayu Saksono

KERJA SAMA: Kepala SMK 17 Agustus 1945 Tegaldlimo Andrias Sutoyo (dua dari kanan) dan HRD Indomaret Eru Muji dan Agus Suryo dalam MoU BKK disaksikan ketua BKK Singgih, Selasa (8/5).

KERJA SAMA: Kepala SMK 17 Agustus 1945 Tegaldlimo Andrias Sutoyo (dua dari kanan) dan HRD Indomaret Eru Muji dan Agus Suryo dalam MoU BKK disaksikan ketua BKK Singgih, Selasa (8/5). (THOMY SILA/JPRG)

TEGALDLIMO – Untuk menjem­batani lulusannya, SMK 17 Agustus 1945 Tegaldlimo, terutama dalam informasi dan menyalurkan ke dunia kerja, mengadakan program Bursa Kerja Khusus (BKK) 17 de­ngan dunia usaha dan industri, Selasa (8/5).

Untuk program itu, SMK 17 Agustus 1945 Tegaldlimo menga­dakan kerjasama dengan Indoma­ret yang ditandai penandatanganan MoU oleh Kepala SMK 17 Agustus 1945 Tegaldlimo Andrias Sutoyo dan HRD recruitment, placement Indomaret Cabang Jember Eru Muji dan Agus Suryo, di aula se­kolah dengan disaksikan sekitar 200 siswanya yang telah lulus.

Kepala SMK 17 Agustus 1945, Tegaldlimo, Andrias Sutoyo me­lalui ketua BKK 17 SMK 17 Tegaldlimo Singgih Budi Prakoso me­ngatakan, program ini juga untuk menjalankan instruksi pre­siden (Inpres) Nomer 9 tahun 2016 tentang revitalisasi sekolah menengah kejuruan untuk me­ningkatkan kualitas dan sumber daya manusia (SDM). “Melalui program ini juga sekolah mem­fasilitasi para siswa yang telah untuk bisa kerja,” katanya.

Menurut Singgih, lulusan SMK semakin tahun tambah banyak. Dan itu menuntut lembaga melakukan terobosan dan kerjasama dengan dunia usaha dan industry. “Saat ini antara tamatan dan kebutuhan tenaga kerja tidak seimbang,” terangnya.

Untuk itu, tambah Singgih, BKK SMK merupakan salah satu kom­ponen pelaksanaan pendidikan system ganda. Karena tidak mung­kin bisa dilaksanakan proses pem­belajaran yang mengarah kepada kopetensi jika tidak ada pasangan industri dan usaha kerja.

Dia menjelaskan, tujuan BKK itu mempertemukan tamatan SMK dengan dunia usaha dan industri yang membutuhkan tamatan SMK. Dengan program ini, terjadi proses tranformasi informasi, serta memberi peluang dan saling berintraksi antara tamatan SMK. “Kami menawarkan kopetensi yang dimiliki kepada dunia usaha dan industri,” ujarnya.

Melalui BKK ini, lanjut dia, di­ harapkan terjadi proses rekrutmen sesuai dengan formasi kerja dan kopetensi yang dimiliki oleh lulusan SMK. Selain itu, juga terserapnya lulusan SMK ke dunia kerja, sesuai kopetensi yang dimiliki secara profesional, pro­ duktif, mandiri, berbudi pekerti luhur yang mampu bersaing di­ pasar global.

(bw/jpr/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia