Selasa, 19 Jun 2018
radarbanyuwangi
icon featured
Ekonomi Bisnis

Penjual Pakaian Pinggir Jalan Diserbu Pembeli

Jumat, 08 Jun 2018 18:45 | editor : Bayu Saksono

MEMILIH: Para pembeli melihat-lihat celana baru untuk dipakai saat Lebaran di Jalan Sultan Agung, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, kemarin (07/6).

MEMILIH: Para pembeli melihat-lihat celana baru untuk dipakai saat Lebaran di Jalan Sultan Agung, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, kemarin (07/6). (KRIDA HERBAYU/JPRG)

SEMPU - Celana panjang dan pendek jens, dibeber di pinggir Jalan Sultan Agung, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, kemarin (7/6). Pakaian buatan Bandung itu, sengaja digelar di pinggir jalan untuk menarik perhatian para pembeli yang melintas.

Ali Mustajib, 24, pedagang celana jens asal Desa Purwodadi, Kecamatan Grobogan, Jawa Tengah, mengaku sudah satu bulan menggelar dagangannya di tepi jalan tersebut. Ia bersama kedua rekannya sengaja datang ke Banyuwangi untuk menjual celana menjelang Lebaran. “Di Banyuwangi banyak peminatnya, saya langsung mendatangkan semua celana dari Bandung,” ujarnya.

Menurut Ali, celana pria dewasa all size dijual dengan harga Rp 75 ribu hingga Rp 85 ribu. Sementara untuk celana perempuan dewasa all size, dibandrol dengan harga Rp 90 ribu hingga Rp 120 ribu. “Sengaja saya gelar dagangan di tepi jalan supaya banyak dilihat orang dan mudah pemasarannya,” ungkapnya.

Dalam satu hari, terang dia, sanggup menjual sebanyak 400 potong celana berbagai ukuran. Untuk stok celana, membawa 2000 potong celana ke Banyuwangi dengan mengendarai mobil Suzuki APV. “Ini tahun kedua saya jualan celana di Banyuwangi, tahun lalu 2000 potong celana ludes terjual,” terangnya.

Sementara itu, Nurul Hasanah, 46, warga Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, mengaku tertarik melihat banyak orang berkerumun yang memilih dan membeli celana di pinggir jalan. Ia juga lebih tertarik berbelanja di tempat itu lantaran harganya jauh lebih murah dibandingkan harga toko dan mall. “Saya beli tiga potong baju untuk saya dan anak, harga murah model celananya juga bagus-bagus,” ujarnya.

Nurul mengaku lebih suka berbelanja di pinggir jalan dan pasar lantaran di mall pasti padat dan berdesak-desakan. Selain itu, dia juga tidak betah jika harus mengantre panjang saat berada di depan kasir. “Kalau belanja di mall antrenya yang bikin lama, belum lagi jika ketiban sial banyak copet berkeliaran,” keluhnya.

(bw/kri/rbs/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia