Selasa, 19 Jun 2018
radarbojonegoro
icon-featured
Peristiwa

Gelombang Ganas Intai Pantura, Ini Dampaknya

Jumat, 12 Jan 2018 19:23 | editor : Ebiet A. Mubarok

SELAMATKAN PERAHU: Nelayan di wilayah Kecamatan Tambakboyo bersama-sama turun ke pantai untuk menjauhkan perahu dari garis pantai. Foto lain, nelayan menyeret perahu yang tenggelam. 

SELAMATKAN PERAHU: Nelayan di wilayah Kecamatan Tambakboyo bersama-sama turun ke pantai untuk menjauhkan perahu dari garis pantai. Foto lain, nelayan menyeret perahu yang tenggelam.  (Canggih Putranto/Radar Tuban)

TUBAN - Gelombang tinggi   mengintai laut Tuban. Dalam kondisi cuaca Laut Jawa yang ekstrem seperti sekarang ini, tinggi gelombang mencapai 1,25 -2,5 meter (m). Ganasnya gelombang tersebut hingga kemarin (11/1) menewaskan 1 nelayan dan 4 lainnya luka berat. Sementara perahu tenggelam 40 unit dan 8 unit hancur. 

Merujuk prakiraan cuaca pelayaran Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Joko Ludiyono mengimbau nelayan  untuk tetap waspada menyusul terjadinya musibah maut beruntun di perairan laut Tuban. 

Berdasar laporan yang diterima BPBD kemarin (11/1),  seorang anak buah kapal (ABK) bernama A. Wahono, 32, warga Kecamatan Tambakboyo meninggal dunia akibat terbentur perahunya yang hendak ditambatkan setelah diempas ombak. 

Dia  yang mengalami pendarahan serius di kepala mengembuskan napas di RSUD dr R. Koesma Tuban.

Dalam insiden tersebut, Ngatmin, 34, teman korban mengalami luka berat. Dia yang juga mengalami pendarahan di kepala, sekarang ini dirawat di rumah sakit pelat merah tersebut. 

Sebelumnya, kecelakaan yang sama juga menimpa moda laut lain di wilayah yang sama.

Tiga ABK luka berat  setelah perahunya yang hendak ditambatkan di pantai dihantam ombak besar.

Ketiga korban tersebut, Rasmidi, 54, warga Desa Kenanti,  Kiki, 21, Desa Gadon, dan Jumadi, 32, Desa Sobontoro, ketiganya di Kecamatan Tambakboyo. 

Sementara di wilayah Kecamatan Bancar, seorang nelayan Desa Boncong, kecamatan setempat bernama Muklisin, 35, tenggelam bersama perahunya.

  Korban berhasil diselamatkan setelah sejumlah nelayan terjun ke laut.

Joko menerangkan, total perahu tenggelam di wilayah Tambakboyo sebanyak 40 unit.

Sementara yang hancur 8 unit. Untuk menyelamatkan perahu-perahu nelayan dari ''teror'' ombak ganas pantai utara (pantura), kemarin anggota Polsek Bancar turun ke pantai untuk membantu nelayan penarikan perahu.  

Joko menegaskan, potensi kejadian yang sama bisa terulang di daerah lain di sepanjang pesisir Laut Jawa.

''Karena itu, kami imbau seluruh nelayan untuk waspada,'' tegas dia.

Sementara itu, Camat Tambakboyo Didik Purwanto mengatakan, di wilayahnya 5 nelayan jadi korban ganasnya ombak. B

erdasar laporan, jumlah perahu rusak sebanyak 25 unit dengan taksir kerugian Rp 307 juta. ''Semua perahu sudah ditepi, tidak ada yang tenggelam,’’ ujar dia.

(bj/can/zak/ds/bet/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia