Selasa, 19 Jun 2018
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Lunas Pajak, Masih Bisa Ditilang

Sabtu, 13 Jan 2018 07:15 | editor : Fa Fidhi Asnan

tilang

Ilustrasi (pixabay.com/Radar Bojonegoro)

KOTA – Meski sudah membayar pajak, pemilik kendaraan bermotor ternyata masih bisa ditilang bila belum melakukan pengesahan pada surat tanda nomor kendaraan (STNK)-nya. Pengesahan itu berupa stempel polisi pada salah satu dari empat kotak yang ada di kolom bawah STNK. 

Akibat belum ada pengesahan itu, sebanyak 25 sepeda motor ditilang polisi di Lamongan jumat (12/1).

‘’Jadi bukan penilangan pajak, tetapi belum adanya pengesahan di STNK. Kalau belum ada stempel, berarti belum melakukan pengesahan,’’ tegas KBO Lantas Polres Lamongan, Iptu Iksan jumat (12/1). 

Menurut dia, ketentuan itu sesuai dengan pasal 288 ayat 1 Jo pasal 70 ayat 2 undang-undang (UU) tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Pengesahan tersebut berada pada empat kolom di STNK pojok  bawah. ‘’Undang-undang itu sudah disahkan pada 2014, tapi mulai diberlakukan tahun ini,’’ ujarnya.

Dia mengungkapkan, ketentuan itu mulai diterapkan saat melakukan razia kendaraan bermotor. ‘’Dari jumlah penilangan sekitar 130 kendaraan sejak 1 Januari lalu, sebanyak 25 kendaraan bermotor yang terkena tilang karena belum melakukan pengesahan STNK,’’ ungkapnya.

Menurut dia, secara garis besar, kalau belum melakukan pengesahan pastinya pemilik kendaraan belum melakukan pembayaran pajak di tahun tersebut. ‘’Anggota tidak berhak melakukan penilangan terhadap yang belum membayar pajak, karena itu tugasnya dispenda. Tapi penilangan dilakukan terhadap kendaraan yang belum ada pengesahannya,’’ ucap dia. 

Dia berharap, pemilik kendaraan bermotor saat melakukan pembayaran pajak di samsat agar melakukan pengesahan terlebih dahulu sebelum meninggalkan samsat. ‘’Masyarakat masih banyak yang belum mengetahui adanya penilangan pengesahan STNK tersebut,’’ ujarnya.

(bj/mal/feb/faa/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia