Senin, 25 Jun 2018
radarbojonegoro
icon featured
Features

Berkebun di Lantai Tiga Rumahnya, Tanam Buah Naga hingga Sayuran

Kamis, 18 Jan 2018 16:58 | editor : Ebiet A. Mubarok

INOVATIF: Hermansyah, 58 yang bercocok tanam di lantai tiga rumahnya.

INOVATIF: Hermansyah, 58 yang bercocok tanam di lantai tiga rumahnya. (Amrullah Ali Moebin/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Tak sadar bila sekarang lahan pertanian terus berkurang. Masyarakat sepertinya harus bersiap-siap. Hermansyah, 58, seorang karyawan perusahaan migas telah menjalani roof garden di rumahnya. 

------------------------

AMRULLAH AM, Bojonegoro

------------------------

Deru mesin bus saling bersaut di Jalan Veteran Kota Bojonegoro, kemarin (17/1). Lamat-lamat bus pun menghilang di ujung jalan. Jalan Veteran kembali senyap. Digantikan motor dan mobil yang lalu-lalang di jalan itu. 

Dulu, Jalan Veteran tak begitu ramai seperti sekarang. Rumah pun tak banyak di sepanjang jalan itu. Sebab, lebih didominasi area persawahan.

Kini, sawah sudah beralih menjadi gedung-gedung besar. Mulai gedung perkantoran hingga hotel dan rumah makan. Termasuk rumah penduduk. 

Perempuan berjilbab duduk di kursi sebuah rumah berlantai tiga di Jalan Veteran. Dia pun beranjak dari duduknya.  ‘’Langsung naik ke atas mas,’’ pintanya. 

Di lantai atas sudah menunggu seorang pria tua, Hermansyah, 58, si pemilik rumah tersebut. Tangga rumah itu hanya cukup dilintasi dua orang saja. 

Di lantai dua rumahnya, terdapat kamar kos. Siang itu, kamar kos sudah tertutup. Tak ada aktivitas pemilik kamar di luar.

Berlanjut ke lantai tiga, angin terhempas membuat dedaunan kering jatuh dari rantingnya. 

Herman, muncul dari sela-sela kebun yang dia rawat di lantai tiga rumahnya itu. Dia mengenakan batik dan bertopi.

Roof garden atau kebun di atap milik Herman ini terdiri dari dua tempat.

Di sebuah atap yang luasnya 8 x 15 meter itu ada dua kotak berisikan tanah.

Nah tanah itulah yang digunakan media tanam berbagai jenis tanaman. 

Misalkan, ada tanaman jenis labu-labuan. Sawi, terong, cabai, gambas, okra, serta kelor.

Tak hanya, sayur-sayuran. Namun, ada pula tanaman buah. Seperti, buah naga, pisang dan pepaya. Semua tanaman itu tumbuh dengan subur. 

Herman menceritakan, dia memang suka berkebun. Pria asal Surabaya itu pada masa kecil dan mudanya sering diajak orang tuanya ke sebuah tegalan.

Dari sinilah berkebun sudah mendarah pada dirinya. Meski saat muda dia memilih sekolah di jurusan mesin di SMK, tapi jiwa berkebun masih tak ditinggalkan. 

Pria yang bekerja di perusahaan migas JOB PPEJ ini memulai roof garden itu sejak 2013. Awalnya, dia ingin membeli tanah dan berkebun.

Namun harga tanah yang cukup mahal saat itu, menjadikannya untuk menggunakan atap lantai tiga sebagai kebun. 

Dia pun mulai menyusun perencanaan untuk membuat kebun di atap rumah.

Salah satunya memperkokoh struktur bangunan rumahnya. Agar saat digunakan kebun tidak ambruk atau roboh.

Perencanaan selesai, lantas eksekusi pun dilakukan. 

Herman menyiapkan kompos sebanyak empat truk yang dibuatnya sendiri dari kombinasi skam, batang kayu, dedaunan, rumput dan kotoran kambing.

Serta ada sebuah pengurai bakteri. Kompos inilah yang digunakan sebagai media tanam. 

Pria yang akan memasuki usai pensiun ini mendesain lantai tiga rumahnya mirip seperti kebun.

Pagar samping ditinggikan sedikit. Beberapa kawat digunakan untuk merambatnya tanaman seperti labu dan tanaman lainnya. 

Herman mengaku, pada awalnya lantai tiga itu akan dibuat rumah burung walet, namun banyak hal yang membuat rumah waletnya tidak berkembang.

Berkebunlah  yang menjadi pilihannya. Dia memilih tanaman yang ramah dengan suhu tropis.

Misalnya buah naga dan tanaman lainnya. Sebab, dia mengakui di lantai atas itu pengaruh sinar matahari semakin banyak. 

‘’Jadi memilih yang tanaman tropis dan tetap bisa dikonsumsi,’’ ujarnya. 

Herman pun merawat kebunnya dengan baik. Dia menyiram serta memberi pupuk.

Dia lakukan pagi dan sore. Tak jarang, berkebun  menjadi tempat dia untuk melepas penat setelah bekerja di kantor.

Bahkan, bagi dia berkebun adalah salah satu cara untuk berolahraga. 

‘’Kan naik ke lantai tiga jadi ya sama seperti olahraga,’’ terang dia. 

Menurut Herman, banyak keuntungan dengan menggunakan roof garden.

Diantaranya, bila minimnya lahan atau mahalnya lahan, orang masih bisa berkebun di rumahnya sendiri.

Selain itu, hasil kebun bisa dinikmati dan menghemat kebutuhan dapur di rumah. 

Dia mencontohkan, dia sudah jarang sekali beli cabai di pasar. Termasuk sayur-sayuran dan tanaman obat juga bisa diambil dari kebunnya sendiri. 

‘’Jadi ini kan berhemat dan bisa membawa manfaat bagi keluarga,’’ kata dia. 

Tak jarang teman-temannya ikut menilik kebun miliknya. Bahkan ada teman kerjanya terinsiprasi dan ingin membuat roof garden di rumahnya.

‘’Ini bisa menjadi gerakan bersama,’’ tukasnya.

(bj/cho/aam/nas/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia