Minggu, 24 Jun 2018
radarbojonegoro
icon featured
Advertorial

Cetak Generasi Emas Dengan Kearifan Lokal

Senin, 22 Jan 2018 12:36 | editor : Ebiet A. Mubarok

UNJUK KEBOLEHAN: Tari Nusantara dari siswa BAS saat tampil menjadi pengisi acara.

UNJUK KEBOLEHAN: Tari Nusantara dari siswa BAS saat tampil menjadi pengisi acara. (Yudha Satria Adhitama/Jawa Pos Radar Tuban)

TUBAN - SMP Bina Anak Sholeh (BAS) Tuban kembali menggelar event tahunan untuk menggali potensi para generasi emas. Sabtu (20/1) lalu, acara bertitel SMP BAS Exhibition keenam itu mengangkat tema Aja Adigang Adigung Adiguna. Bertempat di halaman SMP BAS Jalan Letda Sucipto, acara sangat meriah karena diikuti ratusan peserta dari Kabupaten Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Rembang, dan sekitarnya.

Kompetisi yang diperuntukkan bagi siswa-siswi kelas 4 – 6 SD tersebut mengadakan sejumlah lomba.

Yakni, olimpiade matematika, sains, dan IPS.

Selain itu juga diselenggarakan lomba tahfidz juz 30, pidato, dan menggambar.

Selain kompetisi, juga digelar corner IPS, bahasa, seni budaya dan prakarya, sains dan robotic.

Terdapat juga panggung apresiasi seni, bazar siswa, dan sejumlah doorprize untuk siswa dan peserta yang hadir. 

Kepala SMP BAS Tuban Dr. Drs. Suntari. M.Pd mengatakan, acara tahunan tersebut dalam rangka mengapresiasi potensi peserta didik dalam semua konteks keilmuan.

Mulai Qurani, sains, sosial, matematika, dan seni budaya. Suntari mengatakan, tema Aja Adigang Adigung Adiguna dipilih karena untuk mengangkat kearifan lokal.

‘’Filosofi tema, meskipun mampu menguasai hal tertentu diharapkan tetap rendah hati dan tidak sombong,’’ ujar ia.

Lulusan S-3 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang (UM) itu mengatakan, kompetisi tersebut bisa memberikan wadah putra- putri calon penerus bangsa yang ingin berkompetisi dan berprestasi.

Dengan harapan untuk mencetak siswa berkepribadian muslim dan berprestasi optimal.

‘’Sehingga siswa mampu olah hati, olah pikir, olah rasa, dan olah raga,’’ terang pendidik senior asal Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban itu.

Suntari mengatakan, selain  kompetisi, tema acara yang mengangkat local wisdom tersebut juga diterapkan pada sejumlah hiburan yang ditampilkan siswa-siswi SMP BAS.

Hiburan tersebut juga mengangkat kekayaan budaya Indonesia, terutama di tanah Jawa. Yang ditampilkan, antara lain, tari tradisional, macapat, wayang wong, jaranan, seni silat, keroncong, dan puisi Jawa.

Dengan unjuk kemampuan tersebut, siswa tidak hanya mampu berpikir akademis saja, namun juga tahu identitasnya sebagai orang Indonesia yang kaya dengan warisan seni dan kebudayaannya.

Harapannya, acara tersebut bisa membangun kepribadian anak yang berwawasan pendidikan, agama, dan kebudayaan.

(bj/yud/ds/bet/dka/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia