Minggu, 27 May 2018
radarbromo
icon-featured
Ono-ono Ae

Asyik Main HP, Pekerjaan Terbengkalai

Selasa, 22 Aug 2017 13:30 | editor : Muhammad Fahmi

ILUSTRASI

ILUSTRASI (Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

Semenjak punya gawai baru, Minthul (nama samaran), 28, warga Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, mengabaikan tanggung jawabnya sebagai seorang istri. Tentu saja, hal ini membuat Tole (juga nama samaran), 32, suaminya, ngamuk. Tole yang tak tahan dengan sang istri, membanting ponsel tersebut sampai rusak.

Bukannya sadar, Minthul malah balas ngamuk. Pertengkaran pasangan suami-istri ini pun tak bisa dihindari. Belakangan, persoalan tersebut malah menjadi pemicu perpisahan mereka berdua.

Tole sejatinya tidak mempermasalahkan ponsel baru yang dibeli istrinya. “Dia kan juga kerja menjahit. Jadi, punya uang sendiri dari hasil keringatnya,” ungkapnya. Namun, bukan berarti sang istri melupakan tugas dan kewajibannya di rumah. Sebab, gara-gara mempunyai HP yang canggih, membuat pekerjaan rumah jadi sering terbengkalai.

Tak hanya pekerjaan rumah, pesanan menjahit dari pelanggannya juga sering ditinggal. Akibatnya, pesanan selesai tidak tepat waktu. Belum lagi komplain pelanggan atas hasil kerja istrinya yang tidak sebagus dulu. Tole mengaku sudah sering memperingatkan Minthul agar tetap ingat kewajibannya. Tapi, hal itu tak digubris.

Tole mengatakan, ia yang bekerja di pabrik dari pagi hingga sore, memang tak bisa mengontrol kegiatan istrinya di rumah. Ia percaya jika sang istri menjalankan tugas dengan baik. Mulai sebagai ibu rumah tangga, sampai melayani pesanan jahitan dari pelanggan.

Karena itulah, ia tak mempersoalkan ketika istrinya berniat membeli ponsel yang lebih canggih. “Katanya, ingin yang kameranya bagus, biar hasil bajunya kalau difoto bisa bagus. Soalnya HP yang lama hanya bisa SMS dan telepon,” terang pria yang selama menikah dengan Minthul, tak kunjung dikaruniai anak tersebut.

Sudah hampir setahun ini, Minthul memang makin gaya dan eksis dengan smartphone yang dibelinya. Minthul juga makin aktif di sosial media. “Ya, ada positifnya juga, teman-teman lama jadi terhubung dan gak sedikit juga yang pesen baju ke Minthul,” ungkapnya.

Namun, Tole merasakan bahwa Minthul makin keasyikan dengan gadget barunya. Bahkan, dari pagi hingga menjelang tidur, Minthul tak bisa lepas dari ponselnya. Tole mengaku sudah memperingatkan agar Minthul bisa membagi waktu. “Ya karena gara-gara keasyikan, gak hanya kerjaan rumah tapi juga kerjaan jahit gak bisa selesai tepat waktu,” ungkapnya.

Jika ada yang komplain ke rumah karena garapan belum jadi, Minthul selalu beralasan bahwa memang permintaan lagi banyak. “Padahal yang saya tahu dia kebanyakan hapean, jadi ya kerjaan molor-molor,” ungkapnya.

Tidak sekali dua kali, Tole merampas ponsel istrinya. Hal itu dilakukan agar Minthul bisa konsentrasi dengan tanggung jawabnya. Tapi, ujung-ujungnya Minthul ngambek. Terakhir karena sudah keterlaluan Tole ngamuk dan membanting ponsel tersebut hingga tidak bisa dipakai.

“Dia ngamuk ke saya, katanya saya kasar. Malah gak terima dan minggat dari rumah,” jelasnya. Karena istrinya tak bisa lagi diarahkan, akhirnya Tole memilih bercerai.

(br/mie/eka/mie/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia