Minggu, 24 Jun 2018
radarbromo
icon featured
Features

Inilah Desa Dhompo, Salah Satu Lumbung Padi di Kabupaten Pasuruan

Sabtu, 10 Mar 2018 15:30 | editor : Fandi Armanto

desa, dhompo, lumbung, penghasil, padi, sawah

PENDAMPING: Salah satu petani menunjukkan ketela pohon yang ditanam persis di sebelah sawah padi di Desa Dhompo. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)

DESA Dhompo, Kecamatan Kraton, jadi salah satu lumbung padi di Kabupaten Pasuruan. Saat musim hujan seperti saat ini, mayoritas petani menanam padi. Namun, warga juga memanfaatkan sisa lahan untuk menanam ketela pohon.

------------------

Hamparan sawah nan hijau begitu mudah ditemukan di Desa Dhompo. Maklum saja, luas lahan pertanian di desa setempat cukup luas. Data dari pemerintah desa setempat menyebutkan, luas lahan pertanian mencapai sekitar 103 hektare.

Ratusan hektare lahan pertanian itu tersebar di Dusun Dhompo dan Dusun Jetis. Pj Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Dhompo Abdur Rohim mengungkapkan, bertani adalah profesi yang paling banyak dilakukan warga di desanya.

Saat musim hujan, warga biasanya menanam padi. Saat musim  kemarau, jagung yang banyak ditanam oleh warga. “Di desa ini, penduduknya sebagian bekerja di pabrik, namun tetap yang paling banyak ya sebagai petani. Kalau musim hujan seperti sekarang, padi yang ditanam,” jelasnya.

Meski mayoritas menanam padi, namun warga juga banyak yang menanam tanaman lainnya. Di antaranya ketela pohon. Ketela pohon biasanya ditanam sebagai tanaman pendamping.

Ketela itu banyak ditanam di lahan sempit tepi sawah yang ditanami padi. Tak heran, ketelah pohon banyak ditemukan di pinggiran sawah. Pria yang juga menjabat sebagai Kaur Pemerintahan ini menjelaskan, ada sekitar 10 kepala keluarga (KK) yang menggunakan lahannya untuk ditanami ketela pohon.

Saat panen, warga biasanya mengolah ketela menjadi makanan seperti keripik atau ketela goreng dan dikonsumsi sendiri.

“Memang terkadang ada yang menjual, tapi dijualnya ke sesama warga Desa Dhompo. Karena memang, jumlahnya tidak banyak,” terang Rohim.

Untuk meningkatkan produktivitas pertanian di desanya, pihaknya berencana memberikan bantuan pada kelompok tani (poktan). Bantuan ini berupa pemberian bibit dan benih serta alat pertanian, seperti traktor dan tangki penyemprot.

(br/riz/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia