Jumat, 22 Jun 2018
radarbromo
icon-featured
Kraksaan

Ini Kata MUI soal Penolakan Kegiatan Keagamaan di Gili-Ketapang

Senin, 12 Mar 2018 10:30 | editor : Fandi Armanto

penolakan, tolak

ILUSTRASI (Dok. Radar Bromo)

SUMBERASIH - Adanya penolakan warga Desa Gili Ketapang akan penolakan kegiatan keagamaan Toriqoh Shiddiqiyyah, rupanya belum diketahui Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo. MUI pun tak ingin terburu-buru menyikapi perihal itu, lantaran butuh proses untuk mengetahuinya.

Yasin, sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo terkait jamaah Toriqoh Shiddiqiyyah mengatakan, pihaknya perlu melakukan kajian. Tidak bisa langsung menyimpulkan terhadap jamaah itu.

“Kami masih perlu melakukan kajian terlebih dahulu. Ada yang kompeten menjawab yaitu komisi fatwa. Tetapi, kami masih harus mengumpulkan data dan pembahasan resmi. Untuk awal ini kami masih harus melakukan tabayun terlebih dahulu,” jelasnya.

Sebagaiamana diberitakan sebelumnya, Warga di Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, sedang bergejolak. Ini, lantaran muncul keresahan sebagian warga di sana akan adanya kegiatan keagamaan.

Warga resah karena kegiatan keagamaan itu, dinilai menyimpang dari ajaran Islam. Salah satunya, setiap Jumat, jamaah Toriqoh Shiddiqiyyah, menggelar salat Jumat. Namun seusai salat Jumat, jamaah tetap menggelar salat Duhur. Selain itu, kegiatan keagamaan dilakukan di fasilitas umum, yang bukan pada tempatnya.

(br/sid/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia