Selasa, 19 Jun 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Pengamen Gadingrejo Ini Dimassa saat Disuruh Jual HP Oleh Kawannya

Senin, 12 Mar 2018 20:48 | editor : Fandi Armanto

kriminal

BENJUT: Sk, pengamen yang dimassa di Kebonsari, Minggu (10/3) malam lalu. Dia dimassa saat disuruh menjual hape kawannya (ISTIMEWA)

PANGGUNGREJO- Sial benas nasib yang dialami Sk, 25. Warga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Gadingrejo harus menjadi bulan-bulanan massa Minggu malam lalu (11/3). Itu setelah pria yang kesehariannya pengamen ini hendak menjual hape curian ke Sabila Cell di Jalan Kyai Hamid, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo.

Ia pun mengalami pendarahan di wajah dan kepalanya. Syukur, aksi main hakim ini tidak berlangsung lama lantaran kebetulan ada mobil patrol dari Polsek Gadingrejo. Sk lantas diamankan dan dirawat di RSUD dr Soedarsono Kota Pasuruan.

Pemilik Sabila Cell, Abdul Cholik mengungkapkan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 23.00. Malam itu, konter seluler yang disewa oleh Dhofir ini didatangi oleh 3 pria tidak dikenal. Salah satunya adalah Sk. Mereka hendak menjual HP merk Oppo F3 plus.

Setelah tawar-menawar, disepakati harga Rp 1 juta. Namun, Dhofir tidak lantas menyerahkan uangnya. Ia sempat mencoba menghubungi pemilik ponsel ini. Tak lama kemudian, pemilik HP tersebut, Fitri Amelia, 25, warga jalan Kyai Sepuh, Kelurahan/Kecamatan Gadingrejo mendatangi Sabila Cell.

Ia lantas berteriak maling….maling…. Warga yang mendengar teriakan Fitri langsung mendatangi Sabila Cell. Melihat massa yang hendak menangkap mereka, kedua teman Sk langsung melarikan diri ke arah selatan. Namun apes bagi Sk, ia tertangkap dan dihajar oleh massa.

hape curian

TKP: Konter tempat Sk dan dua kawannya menjual hape. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos radar Bromo)

“Saat peristiwa berlangsung, saya di dalam rumah. Begitu dengar teriakan, saya keluar dan melihat sudah dimassa. Untung ada polisi yang patroli,”terangnya.

Kanitreskrim Polsek Gadingrejo, Iptu Eko Agus menjelaskan peristiwa ini bermula saat Fitri kehilangan dua HP miliknya di dalam rumah pada 7 Februari silam sekitar pukul 19.30. HP yang hilang ini adalah HP Oppo F3 plus dan Samsung Galaxy Note 8.

Namun, korban tidak langsung melapor ke pihak kepolisian dan memilih untuk menghubungi setiap konter HP di wilayah Gadingrejo dan Panggungrejo. Tujuannya agar pemilik konter menghubunginya saat menemukan HP miliknya ini.

“Kami masih mendalami kasus ini dan mencoba mengejar dua teman Sk. Sementara ini, ia masih berstatus sebagai saksi sebab ia masih belum bisa dimintai keterangan. Hanya, ia sempat bilang jika ia diminta untuk menjual HP ini oleh temannya,” ungkap Agus. 

(br/fun/riz/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia