Jumat, 22 Jun 2018
radarbromo
icon-featured
Hukum & Kriminal

Ini Motif Penusukan pada Pengamen yang Pakai Baju Persebaya 1927

Selasa, 13 Mar 2018 01:30 | editor : Radfan Faisal

pembunuhan, dibunuh, ditusuk, berkaus persebaya, bonek, suporter, pengamen

OTAK: Septian Bagus Prabowo saat dibawa menuju RSUD dr Mohamad Saleh. Bagus diduga sebagai dalang dari penusukan pada korban. (Dok. Radar Bromo)

MAYANGAN - Motif penusukan pada Muhammad Faizin, 18, pengamen asal Desa Laweyan, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, sedikit demi sedikit terkuak. Jika sebelumnya tersiar kabar aksi tersebut gara-gara gadai HP, kini polisi menyampaikan bahwa aksi sadis itu disebabkan dendam pribadi salah satu pelaku.

Hal itu disampaikan Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal. “Motif penusukan ini karena dendam pribadi. Terutama dari SB yang diduga sebagai otak pembunuhan ini,” terangnya. SB yang dimaksud adalah Septian Bagus Prabowo, 25. Pria yang juga terluka akibat sabetan benda tajam di lengan kirinya.

Namun, perwira dengan dua melati di pundaknya ini belum bisa memastikan, dendam apa yang membuat Bagus –sapaan akrab pelaku– gelap mata. Karena sampai Senin (12/3), pria asal Jl. Semeru, Kelurahan/Kecamatan Kademangan, ini mengaku tidak mengenal korban.

“SB ini mengaku sebagai korban. Padahal, dia juga pelakunya,” beber Alfian. Polisi menyimpulkan jika Bagus memiliki dendam pada korban, berdasarkan keterangan saksi dan pelaku lainnya. Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan empat tersangka. Selain Bagus atau yang juga akrab disapa Om, ada tiga tersangka lainnya.

Di antaranya, Muhammad Usman, 20, warga Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan; Fatok Fauzan, 22, warga Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan; serta MH, 15, warga Kecamatan Kademangan. Selain empat pelaku, polisi juga menyelidiki keterlibatan pelaku lain.

Karena dari pemeriksaan itu, ada sejumlah nama yang diduga terlibat. Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, saat itu korban dijemput oleh Bagus dan SN (masih diburu, Red). “Awalnya korban berbonceng 3 dengan SB dan SN. SN berada di depan sebagai sopir motor. SB di tengah dan korban di belakang. Mereka berboncengan sampai TKP,” jelasnya.

Sampai di TKP, yakni di taman yang berada di sisi utara Jl. Soekarno-Hatta, tepatnya di sisi timur Pos Lantas Ketapang, sudah menunggu beberapa orang. Termasuk Usman, Fatok Fauzan, MH, serta tiga orang lainnya.

“SB kemudian memegangi korban. Setelah itu, SN menusuk korban. Kemudian dilanjutkan oleh U (Usman, Red). Sayangnya tusukan yang dilakukan U, malah mengenai SB, tepat di lengan kiri. Otomatis pegangan SB pada korban melemah. Sehingga, korban pun terjatuh. Setelah itu, baru SB menusuk korban,” ujarnya.

Alfian memperkirakan, semua orang yang ada di lokasi ikut serta melakukan penusukan. “Termasuk yang saat ini masih berstatus DPO. Karena dari penjelasan mereka, ada semacam perintah dari SB ini,” ujarnya.

Mengenai alat untuk menusuk, pihak kepolisian saat ini masih melakukan pencarian. Karena ada informasi, pelaku menggunakan pisau untuk menusuk korban. “Dari keterangan pelaku itu pisau, tapi sudah dibuang. Kita mencari di sekitar TKP tidak ditemukan alat pembunuhnya,” ujarnya.

Sementara saat olah TKP pada 5 Maret lalu, polisi menemukan cutter berwarna hitam dengan kombinasi kuning. Tak jauh dari lokasi ditemukannya mayat korban, penyidik juga menemukan gunting berwarna oranye. Saat ini, polisi masih mengembangkan peristiwa tersebut.

Saat ditanya mengenai pasal yang akan disangkakan untuk menjerat pelaku, Alfian belum bisa memastikan. Alasannya, karena tersangka belum semua tertangkap. “Namun untuk sementara, kita jerat dengan UU Perlindungan Anak juncto pasal 338 KUHP,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa tragis dialami Muhammad Faizin pada Minggu (4/3) malam sekitar pukul 23.30. Saat pertama kali ditemukan, jasad korban tergeletak bersimbah darah. Yang membuat miris, di tubuh korban terdapat 20 luka tusukan.

Yakni, di dada ada 1 tusukan, pinggang 1 tusukan, dan lengan kiri 4 tusukan. Paling banyak di punggung dengan 14 tusukan. Masing-masing lubang tusukan memiliki kedalaman yang berbeda-beda. Mulai dari 5-15 sentimeter.

(br/put/rf/rf/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia