Jumat, 22 Jun 2018
radarbromo
icon-featured
Probolinggo

Ini yang Dilakukan Polisi dan Relawan Bromo Jelang Perayaan Nyepi

Selasa, 13 Mar 2018 07:30 | editor : Radfan Faisal

sepi, nyepi, hari raya, gunung, bromo, hindu, sukapura, ngadisari, ditutup

PEDULI: Personel Polres Probolinggo dan komunitas pecinta Bromo melakukan aksi bersih-bersih di Pura Luhur Poten. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

SUKAPURA - Ratusan orang melakukan aksi bersih-bersih di Pura Luhur Poten sekitar pukul 15.00, Senin (12/3). Aksi bakti sosial itu dilakukan sebagai persiapan menyambut Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 17 Maret mendatang. Ratusan orang itu terdiri atas anggota Polres Probolinggo dan komunitas Forum Sahabat Gunung (FSG), Patra, Bromo Lovers, dan Artpala.

Aksi tersebut dilakukan di dua area. Yaitu, di Mandala Nista  yang berada di depan pura dan juga Mandala Madya. Sedangkan untuk Mandala Utama, tidak dilakukan pembersihan. Alasannya, area tersebut tidak boleh dimasuki oleh sembarang orang. Area tersebut juga hanya digunakan untuk peribadatan.

Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad mengatakan, kegiatan bakti sosial tersebut bukan kali ini saja dilakukan. Sebelumnya, juga dilakukan aksi serupa di masjid-masjid yang ada di daerah bawah.

“Ini menjadi program prioritas kami. Sebagai bentuk perwujudan dari upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sehingga, mereka merasa diperhatikan juga. Apalagi, warga Hindu di sini (Kabupaten Probolinggo, Red) merupakan minoritas. Jadi, kami memberikan pelayanan ini," katanya.

Sementara itu, Sunomo, Parumman Walaka atau penasihat pengurus harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo mengatakan, pihaknya berterima kasih atas kepedulian pihak kepolisian dan komunitas pecinta Bromo.

“Kami merasa terbantu dengan aksi bersih-bersih sebelum Hari Raya Nyepi. Kami sebagai minoritas benar-benar diayomi oleh mayoritas,” ungkapnya.

Pendapat senada juga disampaikan oleh komunitas FSG. Miko, koordinator FSG menuturkan, kegiatan semacam ini mempererat nilai keberagaman di Kabupaten Probolinggo. Selain itu, juga menginspirasi warga lain untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami berharap, kegiatan semacam ini tidak hanya dilakukan sekali saja. Tapi, dilakukan terus menerus. Kegiatan ini memotivasi wisatawan untuk melakukan bersih-bersih serta menjaga kebersihan,” jelasnya.

(br/sid/rf/rf/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia