Selasa, 19 Jun 2018
radarbromo
icon featured
Hukum & Kriminal

Gagalkan Illegal Logging di Lahan Perhutani, Tiga Pencurinya Dibekuk

Selasa, 13 Mar 2018 08:20 | editor : Fandi Armanto

illegal logging, pencurian, kayu, sono keling, lahan perhutani

BARANG BUKTI: Satu unit truk dan 19 batang kayu sono keling diamankan di Mapolsek Gempol. (Rizal F. Syatori/Radar Bromo)

GEMPOL - Pencurian kayu sono keling milik Perhutani, digagalkan Buser Polsek Gempol. Senin (12/3) sekitar pukul 02.00 WIB, tiga tersangka dibekuk ketika berada di kawasan hutan petak 20 E, Dusun Jurang Pelen, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Tiga orang itu adalah M. Gufron, 39, warga Desa Kandangan, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Lalu, Fibrio Yoghaswara, 35, warga Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan dan Efendi, 30, warga Desa Pulo Gedang, Kecamatan Tembalang, Kabupaten Jombang.

Selain membekuk tiga tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Berupa satu unit truk ber-nopol S 9893 UP. Di dalamnya berisi 19 batang kayu sono keling gelondongan berbagai ukuran.

“Sebelumnya, kami dapat info dari polisi hutan dan warga yang melihat ada aksi mencurigakan di TKP (tempat kejadian perkara). Saat itu juga kami meluncur ke TKP. Ternyata benar dan kami langsung menggerebeknya,” ujar Kanitreskrim Polsek Gempol Ipda Khoirul.

Khoirul mengatakan, setelah tersangka tertangkap, pihaknya berkoordinasi dengan Perhutani Resort Pemangku Hutan (RPH) Ngoro. Ternyata, 19 batang kayu sono keling gelondongan itu, diduga hasil curian di petak 20 A-1, di kawasan Gunung Perahu.

“Tersangka Gufron berperan sebagai sopir. Sedangkan, Fibrio dan Efendi adalah kuli angkutnya. Rencananya, kayu hasil curian itu akan dikirim ke Desa Sumbersuko, Gempol, untuk dijual,” ujarnya.

Kepada penyidik, ketiga tersangka mengaku baru kali ini mencuri kayu. Ketika ditanya disuruh siapa, mereka tidak mau mengaku. “Penyidikan kasus ini tetap kami kembangkan. Jika ada indikasi pelaku lain, kami akan mengamankannya juga,” ujarnya.

Menurut Khoirul, kini mereka disangka melanggar pasal 83 ayat 1 huruf b juncto pasal 12 huruf e UU RI 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. “Ancaman hukuman maksimalnya lima tahun penjara,” ujarnya.

illegal logging, pencurian, kayu, sono keling, lahan perhutani

ILLEGAL LOGGING: Barang bukti kayu ini dicurigai hasil dari penjarahan kayu. (Rizal F. Syatori/Radar Bromo)

(br/zal/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia