Jumat, 22 Jun 2018
radarbromo
icon-featured
Politik

KPU Kota Probolinggo Kekurangan Personel, Kinerja Tidak Maksimal

Selasa, 13 Mar 2018 10:45 | editor : Radfan Faisal

kpu kota probolinggo

SUDAH AJUKAN: KPU Kota Probolinggo sudah mengajukan pengisian dua kasubbag yang kosong pada 2017 ke KPU RI. Namun, hingga kini belum ada jawaban. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

MAYANGAN - Hingga kini, dua dari empat kasubbag di KPU Kota Probolinggo, belum terisi. Kekosongan ini disebut Ketua KPU Kota Probolinggo Ahmad Hudri, membuat kinerja KPU kurang maksimal.

Dua kasubbag yang kosong yaitu kasubbag hukum serta kasubbag program dan data. Sementara yang terisi yaitu kasubbag hukum dan kasubbag teknis. Untuk mengisi kekosongan itu, menurut Hudri, dua kasubbag yang ada ikut membantu dua kasubbag yang kosong.

“Kekurangan kasubbag ini ternyata berdampak pada kinerja KPU sendiri. Sebab, kasubbag yang lain harus memecah konsentrasi untuk membatu kekosongan tersebut,” terang Hudri.

Kondisi itu, menurutnya, membuat kinerja KPU kurang maksimal. Karena itu, tahun lalu pihaknya mengajukan pengisian dua kasubbag itu. Pengajuan itu dilakukan pada KPU RI melalui KPU Provinsi Jatim.

“KPU itu lembaga hierarkis. Sehingga, kekurangan staf atau anggota diajukan ke KPU RI melalui KPU Provinsi. Kami sudah mengajukan itu sejak 2017. Kami langsung ajukan saat salah satu kasubbag memasuki usia pensiun,” terangnya

Ketua Komisi I DPRD Kota Probolinggo Abdul Azis saat dikonfirmasi menyebut, pihaknya baru tahu ada kekosongan jabatan di KPU. Sehingga, berdampak pada kinerja KPU.

“Seandainya ada komunikasi dari awal, kami bisa mengomunikasikan ini ke sekjen KPU RI. Mengingat, kekosongan jataban ASN di KPU tidak bisa serta merta diisi oleh daerah,” tuturnya.

Azis pun berjanji akan mengomunikasikan hal ini pada Sekjen KPU RI. “Kami akan bantu komunikasikan ke Sekjen KPU RI. Mudah-mudahan segera selesai,” pungkasnya.

(br/rpd/rf/rf/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia