Senin, 18 Jun 2018
radarbromo
icon featured
Bangil

Legalitas Madin Tunggu Evaluasi, Kemenag Masih Pending Pengajuan

Selasa, 13 Mar 2018 19:00 | editor : Fandi Armanto

madin, diniyah, madrasah, mengaji, ngaji, santri

ILUSTRASI: Madin di Kabupaten Pasuruan. (Dok. Radar Bromo)

PANGGUNGREJO - Sampai pertengahan Maret 2018, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan belum membuka pendaftaran Madrasah Diniyah (Madin). Meskipun ada belasan Madin yang mengajukan legalitas, Kemenag menunda (pending) atau belum memprosesnya.

Sarjono, kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PDPontren) Kemenag Kabupaten Pasuruan menjelaskan, Madin masih dalam evaluasi dari Kemenag dan Pergurag Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan. Karena itu, menurutnya, sampai Senin (12/3) Kemenag belum membuka pendaftaran legalitas baru.

“Meskipun kami sedang lakukan moratorium (penghentian sementara), namun antusias pendaftaran Madin masih tinggi. Sampai awal Maret tercatat ada 15 Madin yang mengajukan legalitas,” jelasnya.

Karena dalam kondisi moratorium, maka 15 Madin yang masuk masih dalam tahap pending atau ditunda. Verifikasi baru dilakukan, jika proses evaluasi sudah selesai.

Saat ini, menurut Sarjono, proses evaluasi sedang dilakukan Kemenag dan Dispendik. Berdasarkan pendataan sampai akhir 2017, jumlah Madin di kabupaten mencapai 1.391 unit.

Jumlah ini sudah melebihi ideal. Sebab, jumlah Madin paling tidak sama dengan jumlah MI dan SD yang hanya mencapai 1.007 sekolah.

Karena itu, sejak awal tahun 2018, Kemenag melakukan moratorium. Sampai menunggu rakor dari Kemenag bersama Pengurus Madin Kabupaten Pasuruan untuk melihat dan mengevaluasi Madin yang ada saat ini.

Evaluasi Madin diperkirakan selesai pertengahan tahun. Dan, bila sudah ada kesepakatan mencabut moratorium, maka pendaftaran bisa langsung dibuka.

(br/eka/fun/fun/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia